Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Vaksin Malaria Pertama di Dunia Disahkan di Eropa

Jumat 24 Jul 2015 18:14 WIB

Red: Ani Nursalikah

Nyamuk Malaria

Nyamuk Malaria

Foto: Centers for Disease Control and Prevention

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Vaksin malaria pertama di dunia mendapat pengesahan oleh pengatur obat Eropa. Vaksin itu disebut aman dan efektif untuk bayi di Afrika.

Vaksin bernama RTS,S atau Mosquirix itu dikembangkan perusahaan farmasi asal Inggris GlaxoSmithKline (GSK) bersama lembaga PATH Malaria Vaccine Initiative. Produk tersebut adalah vaksin berizin pertama untuk memerangi penyakit akibat gigitan nyamuk dan diperkirakan dapat mencegah jutaan kasus malaria di negara penggunanya.

Namun demikian, Maoquirix masih harus mendapatkan persetujuan dari pemerintahan di negara Afrika karena hanya menawarkan perlindungan parsial. Mosquirix sedang dalam pengujian Badan Kesehatan Dunia (WHO), yang berjanji memberikan panduan pemberian resep pada akhir tahun.

Malaria adalah penyakit yang menjangkiti lebih dari 200 juta orang pertahun dan menyebabkan kematian sekitar 584 ribu orang pada 2013, sebagian besar di antaranya berada di kawasan sub-sahara Afrika. Lebih dari 80 persen kematian akibat malaria adalah anak berusia di bawah lima tahun.

Kepala eksekutif GSK Andrew Witty mengatakan rekomendasi positif dari badan European Medicines Agency (EMA) adalah langkah penting menuju tersedianya vaksin malaria pertama di dunia.

"Meski RTS,S bukan merupakan jawaban final terhadap malaria, penggunaan vaksin tersebut bersama dengan langkah-langkah pencegahan lain akan berkontribusi penting bagi pemberantasan malaria bagi anak-anak di Afrika yang paling membutuhkan," kata Witty.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA