Kecelakaan Arus Mudik di Gamping Makan Korban Jiwa

Rep: C97/ Red: Ilham

 Rabu 15 Jul 2015 15:54 WIB

Kecelakaan mudik Foto: Republika/Wihdan Hidayat Kecelakaan mudik

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Kecelakaan arus mudik di Gamping, Sleman, DIY menimbulkan korban jiwa. Peristiwa nahas itu terjadi di Jalan Wates KM 6,5 Balecatur, Gamping, Rabu (15/7) pukul 08.30. Mobil pemudik dari Jakarta menabrak pengendara motor dengan kecepatan tinggi hingga tewas.

Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Gamping, AKP Sugiyo menjelaskan, kecelakaan melibatkan mobil Toyota Avanza nomor polisi B 1273 UZD dengan sepeda motor Honda Supra X nomor polisi AB 4966 EL. "Pengemudi sepeda motor bernama Partiman warga Kenteng RT 20/10, Demangan, Sentolo, Kulon Progo tewas," katanya pada hari kejadian.

Berdasarkan keterangan saksi, ia menjelaskan saat itu mobil dari Jakarta dan sepeda motor dari Kulon Progo sama-sama melaju ke arah timur. Saking cepatnya, mobil langsung oleng ke kiri hingga menabrak motor dari belakang. “Pengemudi sepeda motor terdorong lalu jatuh di selokan. Seketika itu meninggal,” papar AKP Sugiyo.

Korban tewas seketika karena mengalami luka parah di bagian kepala. Sedangkan korban lain yang membonceng mengalami luka parah dan langsung dilarikan menuju Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping menggunakan mobil polisi.

Polisi sendiri tiba di TKP sekitar pukul 09.00 dan langusng mengevakuasi jenazah korban. Evakuasi sempat menyebabkan kemacetan di Jalan Wates. Padahal, jalan tersebut sedang dipadati kendaraan pemudik.

Pengendara mobil langsung dibawa ke Mapolsek Gamping. Pemudik yang berasal dari Pondok Bambu, Jakarta Timur itu belum bisa memberikan banyak keterangan karena masih mengalami syok.
 
Sebelumnya, Kepala Unit Dikyatsa Satlantas Polres Sleman, Ipda Margono sempat memaparkan, bahwa jalan wates merupakan daerah rawan kecelakan. Pada Operasi Ketupat Progo 2015, kecelakaan di wilayah Gamping baru pertama kali terjadi. Karena itu ia mengingatkan agar kewaspadaan dan keamanan berkendara selalu menjadi prioritas utama.

"Kalau mengantuk atau lelah, segera berhenti dan cari tempat istirahat," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X