Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Saturday, 26 Ramadhan 1442 / 08 May 2021

Israel Tolak Kesepakatan Baru Nuklir Iran

Rabu 15 Jul 2015 06:29 WIB

Rep: c30/ Red: Agung Sasongko

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Foto: AP Photo

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam kesepakatan baru nuklir Iran. Tel Aviv menilai itu kesalahan bersejarah.

Menurut Netanyahu, kesepakatan itu membuat Iran terbebas dari sanksi ekonomi. "Dan upaya untuk menghancurkan Israel sedang berlangsung," ujar Benjamin, dilansir dari usnews, Rabu (15/7).

Netanyahu berdalih tak mempersoalkan bila kesepakatan itu menyangkut prilaku agresif Iran. Ini termasuk, dukungan dari kelompok militan anti-Israel seperti Hamas (Palestina) dan Hizbullah (Lebanon).

Netanyahu mengatakan, kesepakatan ini akan mengulang kesalahan dari eksepakatan Internasional sebelumnya dengan Korea Utara. Di mana sistem inspeksi gagal mencegah negara dalam berusaha mengembangkan kemampuan senjata nuklirnya.

Ketika kesepakatan berakhir dalam satu dekade, Teheran akan memiliki kpasitas untuk membangun senjata nuklir. "Jauh lebih kaya dengan rezim teroris," ujar Netanyahu.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA