Lebaran tak Selalu Membahagiakan

Rep: c93/ Red: Damanhuri Zuhri

 Selasa 14 Jul 2015 21:41 WIB

?Petugas kepolisian mendata korban kecelakaan bus Rukun Sayur di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon Jawa Barat, Selasa (14/7) malam. (Republika/Raisan Al Farisi) ?Petugas kepolisian mendata korban kecelakaan bus Rukun Sayur di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon Jawa Barat, Selasa (14/7) malam. (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Lebaran sejatinya menjadi momen membahagiakan mengingat di hari yang fitri tersebut biasanya dimanfaatkan untuk berkumpul bersama sanak famili. Namun, keberuntungan tampaknya tidak berpihak pada Gunawan Heru Prayudi.

Alih-alih ingin berkumpul bersama istri dan dua anaknya, dia malah harus dirawat dan menjalani lebaran di Rumah Sakit Mitra Pelumbon, Cirebon Jawa Barat.

Malang tak bisa ditolak, pria kelahiran Jakarta tersebut mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Palimanan-Kanci, kilometer 202, Selasa (14/7).

"Niatnya, saya mau mudik karena sudah janji sama istri dan dua anak saya," ungkap Gunawan Heru Prayudi di ruangan 123 RS Mitra Pelumbon, Selasa (14/7).

Pria yang tinggal di Kecamatan Banjar Rejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, tersebut hanya bisa terbaring lemas sembari menunggu keluarganya datang.

Dia pun memaparkan bagaimana sang sopir yang mengendarai bus dengan kecepatan tinggi tiba-tiba hilang kendali dan kendaraan yang ditumpanginya oleng ke sebelah kanan sebelum akhirnya menabrak pembatas jalan.

Tak hanya sampai di situ, bus Rukun Sayur terus melaju melewati pembatas jalan hingga akhirnya menyerempet Tiang Penyangga Jembatan Penyebrangan Orang. Pria kelahiran 14 September 1965 itu pun sadar betul ketika tubuhnya terlontar ke luar melewati jendela.

"Saya melek, saya tidak tidur sama sekali. Saya ingat betul saya duduk di sebelah kiri jok nomor tiga dari depan," ucap Gunawan sembari menahan rasa nyeri.

Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin istilah itu juga yang kini dirasakan Gunawan. Selain harus menahan sakit akibat cedera punggung dan luka-luka di wajahnya, dia pun harus merelakan tas dan dompet miliknya yang belum diketahui keberadaannya.

Padahal, tiga bulan terakhir dia bekerja keras membanting tulang menjadi seorang kuli bangunan di ibu kota hanya demi membahagiakan istri beserta anak-anaknya. Namun, dia pun sudah merelakan kerugian materi yang dialaminya dan hanya mengharapkan kesembuhan.

"Ya, yang penting cepat sembuh dan semoga Jasa Raharja yang berjanji menanggung biaya pengobatan secara penuh bisa merealisasikannya," ungkap Gunawan.

Sementara itu, sang sopir, Sutarjo bin Sastrowiyono memaparkan tidak mengetahui bagaimana proses kecelakaan itu terjadi. Sebab, saat musibah itu menimpa, dirinya tengah tertidur pulas dan bus dijalankan oleh kondekturnya Sunarto. "Sekitar pukul setengah satu itu saya digantikan kondektur saya di SPBU daerah Indramayu," ucap Sutarjo.

Dia memaparkan, kendaraan yang dibawanya dijalankan melewati jalur pantura sebelum masuk melalui pintu Tol Tegal Karang. Pria asal Karang Anyar itu menambahkan, bus berangkat dari Jakarta pukul 09.00 dan beristirahat sejenak di rest area Tol Cikampek. "Semuanya kan lima bus rombongan dicarter dari Solo untuk mengangkut pekerja di sana," tambah dia.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X