Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Bisnis Sehat, Citifin Yakin Tetap Dipercaya Bank-Bank Syariah

Selasa 14 Jul 2015 07:40 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pelayanan Citifin Multifinance Syariah

Pelayanan Citifin Multifinance Syariah

Foto: citifin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dengan bisnis yang sehat Citifin Multi Finance Syariah yakin bisa tetap dipercaya bank-bank syariah yang menjadi mitra pendaan mereka.

Direktur Utama Citifin Multi Finance Syariah Ishak Herdiman menjelaskan, sejak konversi dari konvensional ke syariah pada 2013, sumber pendanaan yang awalnya konvensional dialihkan jadi syariah.

Hingga pertengahan 2015 ini, kebutuhan pendanaan yang dibutuhkan sudah mencapai  sekitar 65 persen dari Bank Muamalat, Bank Panin Syariah, Bank Syariah Mandiri, BJB Syariah, BNI Syariah, BPD Kalsel Syariah, dan BNI.

''Pembiayaan dari BNI konvensional memang masih ada karena kontraknya dibuat saat perusahaan masih konvensional,'' kata Ishak usai mendandatangani kerja sama dengan Bank Muamalat di Kantor Citifin, Senin (13/7).

Per Juni 2015, aset Citifin mencapai Rp 530 miliar dengan outstanding pembiayaan on balanced Rp 480 miliar dengan NPF 1,4 persen. Dari sekitar 8.400 nasabah, 55 persennya tersebar di Jabodetabek.

''Meski makroekonomi lesu, Citifin masih tumbuh dan bertahan,'' kata Ishak.

Citifin sendiri bertekad jadi perusahaan pembiayaan yang tumbuh pesat dan sehat. Dana yang diterima akan digunakan untuk pembiayaan roda empat dan didistribusikan ke 23 kantor cabang.

Total pembiayaan yang diterima Citifin dari Bank Muamalat selama enam kali fasilitasi mencapai Rp 143,5 miliar. Tiga program di antaranya sudah tuntas sehingga outstanding yang ada saat ini sebesar Rp 125 miliar.

Meski baru menerima Rp 50 miliar dari pengajuan Rp 100 miliar, Ishak yakin, dalam dua atau tiga bulan mendatang pembiayaan Rp 50 miliar lagi bisa diterima Citifin. Kebutuhan pembiayaan Citifin hingga akhir 2015 ini mencapai Rp 500 miliar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA