6.000 Jamaah akan Hadiri Iktikaf Akbar di Masjid Agung Sunda Kelapa

Red: Irwan Kelana

 Senin 13 Jul 2015 08:34 WIB

Jamaah i'tikaf MASK menikmati makan sahur Foto: Irwan Kelana/Republika Jamaah i'tikaf MASK menikmati makan sahur

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sekitar 5.000-6.000 jamaah diperkirakan akan menghadiri iktikaf akbar yang digelar Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) Menteng, Jakarta Pusat, nanti malam.

“Iktikaf akbar malam 27 Ramadhan 1436 H yang jatuh pada malam Selasa, insya Allah akan dihadiri sekitar 5.000 sampai 6.000 jamaah,” kata Ketua Dewan Pengurus Masjid Agung Sunda Kelapa (MASK) H M Aksa Mahmud kepada Republika beberapa hari lalu, sebelum bertolak ke Saudi Arabia untuk menunaikan umrah Ramadhan.

Aksa menjelaskan, selama  selama 10 terakhir Ramadhan, MASK menyelenggarakan iktikaf. Rangkaian ibadah i’tikaf Ramadhan itu terdiri dari tadarus Alquran, ceramah, qiyamullail berjamaah, dan makan sahur bersama. Selepas shalat Shubuh berjamaah, ada kuliah Shubuh."Ceramah i'tikaf akan disampaikan oleh Ustadz Das'ad Latief dan Ustadz Rachmat Syarif," ujarnya.

Qiyamullail (shalat Tahajud dan Witir), kata Aksa,  dipimpin oleh imam yang berasal dari Madinah,  yakni Syekh Essam Almizjaji dan  Syekh Abdulaziz Aloreqi. “Pada iktikaf akbar ini pun, Syekh Essam dan Syekh Abdulaziz akan memimpin shalat Tahajud dan Witir secara bergantian,” tutur Aksa.

Aksa mengemukakan, pada malam ke-21 hingga ke-26, jumlah jamaah rata-rata sekitar 2.000 sampai 3.000 orang. “Namun pengalaman kami pada tahun-tahun sebelumnya, biasanya iktikaf akbar dihadiri sekiyar 5.000 sampai 6.000 orang,” tuturnya.

Para jamaah tersebut tidak hanya berasal dari Jakarta, tapi juga Depok, Bogor, Tangerang dan Bekasi. “Bahkan ada juga jamaah iktikaf MASK yang berasal dari Serang, Banten,” ungkapnya.

Aksa menyebutkan, sejak malam pertama Ramadhan 1436 H, MASK menyediakan makan sahur untuk para jamaah yang menginap dan beriktikaf di MASK. Jumlahnya rata-rata  500 dus nasi setiap malam.

Pada iktikaf 10 malam terakhir Ramadhan, jumlah tersebut ditingkatkan menjadi 2.000 sampai 3.000 dus. “Khusus malam 27 Ramadhan, panitia menyiapkan sekitar 5.000 sampai 6.000 dus nasi untuk sahur jamaah iktikaf,” papar Aksa Mahmud.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X