Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

 

Baznas Indramayu Gencarkan Pengumpulan Zakat Maal

Ahad 12 Jul 2015 14:11 WIB

Rep: lilis/ Red: Damanhuri Zuhri

Zakat maal (ilustrasi).

Zakat maal (ilustrasi).

Foto: blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Indramayu menggencarkan pengumpulan zakat maal. Hal itu dimaksudkan sebagai upaya pengentasan kemiskinan.

Ketua Baznas Kabupaten Indramayu, Moh Mudor menjelaskan, sasaran pengumpulan zakat maal adalah masyarakat dari berbagai kalangan.

Dalam pengumpulannya, pihaknya memanfaatkan unit pengumpul zakat (UPZ) yang ada di 317 desa maupun forum komunikasi guru-guru Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Kabupaten Indramayu.

''Mereka kami bekali buku Pedoman Zakat Maal sebagai acuan dalam pelaksanaannya,'' ujar Mudor, saat ditemui di ruang kerjanya, akhir pekan kemarin.

Mudor menerangkan, dalam buku pedoman itu diterangkan mengenai berbagai penjelasan seputar zakat. Di antaranya, dalil-dalil tentang kewajiban zakat, cara menghitung zakat, harta yang wajib dizakati, nishab dan kadar zakat maal, penjelasan kelompok mustahik, maupun hikmah membayar zakat melalui bazasnas.

Mudor mengungkapkan, upaya meningkatkan potensi zakat maal juga didukung Pemkab Indramayu. Bahkan, pihaknya bersama dengan Pemkab Indramayu mencanangkan Gerakan Potensi Zakat Maal di Kabupaten Indramayu.

Pencanangan yang dilakukan langsung oleh Bupati Indramayu, Anna Sophanah itu juga dihadiri seluruh camat, kepala desa dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Indramayu, Rabu (8/7) lalu.

Mudor menyatakan, pihaknya belum memberikan target perolehan zakat maal. Namun, saat launching pencangan gerakan itu dilakukan, langsung terkumpul zakat maal sebesar Rp 14 juta.

Menurut Mudor, zakat maal yang nantinya terkumpul dari masyarakat, akan didayagunakan kepada yang berhak menerimanya, setiap tiga bulan sekali.

Seperti halnya zakat-zakat yang lain, para penerima zakat maal pun berasal dari delapan golongan mustahiq. Yakni fakir, miskin, amil, muallaf, riqab, gharimin, sabilillah dan ibnu sabil.

''Dengan mendongkrak perolehan zakat maal, diharapkan bisa membantu pengentasan kemiskinan di masyarakat,'' tegas Mudor.

Tak hanya zakat maal, Baznas dan Pemkab Indramayu sebelumnya juga telah meluncurkan zakat profesi. Dalam zakat itu, yang menjadi sasaran adalah para pegawai negeri sipil (PNS).

Mudor menambahkan, perolehan zakat yang dikelola Baznas Indramayu pada 2014 lalu sebesar Rp 2.101.140.104,59. Dari jumlah itu, perolehan zakat profesi mencapai Rp 1.548.092.955. Sedangkan sisanya berupa zakat fitrah, infak Ramadhan, dan infak lainnya.

Dari perolehan zakat profesi yang mencapai Rp 1.548.092.955 itu, sebanyak Rp 1.229.718.824 merupakan zakat profesi dari dinas instansi kabupaten dan Rp 261.636.126 zakat profesi jalur kemenag. Selain itu, Rp 49.671.605 dari zakat profesi BAZ kecamatan dan Rp 7.066.400 zakat profesi SMP/SMA/SMK.


  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES