Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

IMF Potong Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global menjadi 3,3 Persen

Jumat 10 Jul 2015 08:39 WIB

Rep: Iit Septiyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 A photographer takes pictures through a glass carrying the International Monetary Fund (IMF) logo during a news conference in Bucharest. (file photo)

A photographer takes pictures through a glass carrying the International Monetary Fund (IMF) logo during a news conference in Bucharest. (file photo)

Foto: Reuters/Bogdan Cristel

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dana Moneter Internasional (IMF) telah memotong proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini. Hal ini disebabkan pengaruh ekonomi di Amerika Serikat.

IMF menyebutkan, ekonomi global akan tumbuh 3,3 persen. turun 0,2 persen dibandingkan prediksi tahun sebelumnya sebesar 3,5 persen.

Bulan lalu IMF juga memproyeksi pertumbuhan AS menjadi 2,5 persen. Padahal awalnya diperkirakan 3,1 persen.

IMF menyatakan, AS merupakan penarik ekonomi dunia. Hal ini karena AS menyebabkan kontraksi yang tak diharapkan. Pada kuartal I 2015, kontrak pada tingkat tahunan AS berada di 0,2 persen, setelah mengalami kondisi buruk.

Dikutip dari BBC, Jumat, (10/7), IMF pun menyebutkan, krisis Yunani hanya berefek kecil terhadap ekonomi global. Kemudian proyeksi pertumbuhan ekonomi di Eropa sendiri tahun ini tak akan berubah dari 1,5 persen.

Diprediksi, Jerman akan tumbuh 1,6 persen, lalu Prancis 1,2 persen. Angka tersebut tak berubah dari proyeksi sebelumnya.

Selanjutnya, di Cina meski sahamnya tengah anjlok, namun IMF memperkirakan pertumbuhannya tetap berada di 6,8 persen. Direktur Departemen Riset IMF Olivier Blanchard mengatakan, bursa saham di Cina terus berayun secara liar. Hanya saja ia tak menyatakan volatilitas bursa saham Cina akan mempengaruhi perekonomi global.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA