Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Komunitas Az-zahra Santuni 1.120 Pedagang

Jumat 10 Jul 2015 04:06 WIB

Red: Nasih Nasrullah

Pedagang

Pedagang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komunitas Az-zahra memberi santunan bagi 1.120 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) wanita di sekitar Jabodetabek. Acara pemberian santunan ini bertempat di Gedung Smesco, Jakarta Selatan (7/7)

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, langsung memberikan santunan tersebut. “Ini dihimpun oleh Komunitas Az-zahra”. Jelas Mensos. 

Az-zahra Community adalah sebuah komunitas perempuan di Jakarta yang didirikan oleh Indah Suryadharma Ali bersama rekan-rekan pada tanggal 12 April 2012. Sampai saat ini Az-zahra Community memiliki 100 anggota yang terdiri dari berbagai macam profesi. Acara ini merupakan acara keempat yang digelar oleh Az-zahra Community sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap para pedagang UMKM wanita dalam mengembangkan usahanya, dengan tujuan mensejahterahkan kaum perempuan Indonesia.

"Komunitas ini terdiri dari berbagai macam profesi, baik politikus, dokter, pengacara, perempuan pengusaha, akademisi dan profesi lainnya”. Ungkap Indah Suryadharma Ali. Tambahnya lagi, Az-zahra bergerak dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi pada kaum perempuan. Az-zahra fokus untuk hal ini.

Pada tahun pertama, komunitas Az-zahra sukses membantu 100 pedagang UMKM wanita. Lalu di tahun berikutnya naik menjadi 500 pedagang. Setelah itu, pada tahun 2014 lalu, jumlahnya meningkat menjadi 600 pedagang, dan tahun ini menjadi 1.120  pedagang.

Dalam acara ini, setiap perempuan penerima santunan, akan mendapatkan donasi sebesar Rp 300 ribu. Dana ini ditujukan untuk menambahkan modal pada usaha yang digeluti.

Anggota Komunitas Az-zahra, Nita Yudi, menyatakan, ini merupakan perkumpulan perempuan yang ingin membuat sesuatu yang biasa perempuan lakukan. "Seperti arisan ya. Perkumpulan biasa," tambahnya.

Arisan adalah kegiatan yang sama dengan menabung untuk mendapatkan yang lebih banyak. “Dimulai dari arisan kemudian kami berpikir agar bisa lebih bermanfaat. Oleh sebab itu, setiap bulan kita membayar arisan plus dana tambahan untuk uang kas. Diperuntukkannya untuk santunan khusus untuk para perempuan pedagang kecil,” lanjut Nita yang juga Ketua Umum Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).

Sebelum membantu para pedagang, komunitas ini melakukan pendataan di Jabodetabek. Para anggota mencari para pedagang kecil di daerahnya. Acara ini dikhususkan untuk wanita. "Jadi kita yakin, karena perempuan jika diberi amanah akan dijalankan dengan baik, dan perempuan jika diberi amanah sudah pasti mendahulukan keluarga. Jadi kami percaya untuk memberikan tanggung jawab kepada perempuan,” tutur Nita.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA