Stasiun Rangkasbitung Mulai Ramai Pemudik

Red: Ani Nursalikah

 Kamis 09 Jul 2015 14:56 WIB

Kereta Ekonomi (ilustrasi) Kereta Ekonomi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Pemudik lebaran H-8 melalui Stasiun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten mulai ramai setelah kedatangan kereta api dari Jakarta-Merak.

Berdasarkan pantauan, Kamis (9/7), menunjukkan ribuan penumpang yang turun dari KA Ekspres Kalimaya, KA Rangkasjaya, Ekonomi Pattas, dan KA Ekonomi Langsam terlihat saling berdesakan di Stasiun Rangkasbitung.

Kebanyakan penumpang itu dari Stasiun Kebayoran, Palmerah, Tanah Abang, Angke dan Jakarta Kota. Begitu juga penumpang dari berbagai daerah di Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Serang hendak mendatangi anggota keluarga di Jakarta dan Tangerang.

Para penumpang memadati stasiun untuk Lebaran bersama anggota keluarganya di kampung halamannya.

"Kami merasa lega setelah turun di Rangkasbitung, karena di dalam gerbong kereta sesak pemudik sejak dari Jakarta," kata Yanti, seorang penumpang yang hendak menuju Cimarga, Kabupaten Lebak.

Ia mengatakan, dirinya datang bersama ribuan pemudik lainnya saling berdesakan di dalam gerbong kereta KA Ekonomi yang berangkat dari Stasiun Angke pukul 08.00 WIB. Bahkan, ia terpaksa berdiri hingga turun di Stasiun Rangkasbitung.

"Kami rela berdiri karena satu-satunya angkutan murah adalah KA Ekonomi dengan tarif hanya Rp 5.000 per orang," katanya.

Siti Aminah, warga Rangkasbitung mengaku dirinya akan menjemput anaknya yang bekerja di Jakarta menjelang Lebaran. Ia sudah tiga tahun terakhir setiap menjelang lebaran menjemput anaknya karena khawatir anak perempuannya itu korban kejahatan.

"Kami lebih senang naik KA, selain ongkos murah juga kedatangan tepat waktu," katanya.

Kepala Stasiun Rangkasbitung Urip mengatakan diperkirakan pemudik tahun ini meningkat sekitar enam persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pemudik mulai terlihat ramai H-8 atau Kamis (9/7) dan puncaknya H-3 dan H-2 mendatang.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X