Iktikaf Bangun Komitmen Terhadap Masjid

Red: Damanhuri Zuhri

 Selasa 07 Jul 2015 14:04 WIB

Suasana iktikaf di Masjid Agung At-Tin Foto: Uji Medianty/Klub Jurnalistik ROL Suasana iktikaf di Masjid Agung At-Tin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Iktikaf secara bahasa berarti menetap pada sesuatu. Sedangkan secara syari, iktikaf berarti menetap di masjid dengan tata cara yang khusus disertai dengan niat.

Seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, pada 10 hari terakhir Ramadhan, Rasulullah SAW beritikaf dengan tujuan mendapatkan malam lailatul qadar dan menjauhkan dari segala kesibukan dunia, sehingga mudah bermunajat dengan Allah SWT.
 
“Iktikaf itu kan berhenti atau diam di masjid dalam rangka ibadah atau mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tujuannya, agar bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Sekretaris Bidang Dakwah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Ahmad Yani kepada Republika, Selasa (7/7).
 
Yani mengatakan dengan beritikaf, komitmen seseorang terhadap masjid akan terbangun. Itu tak lepas dari kecintaan seorang Muslim terhadap masjid sangatlah penting. Sebab, masjid merupakan pusat pembinaan dan pengembangan umat yang pada Zaman rasul menjadi pangkal pergerakan umat Islam.
 
“Sampai Allah SWT melalui Rasul-Nya menjajikan perlindungan bagi orang yang hatinya selalu terikat pada masjid di hari kiamat nanti, saat tak ada perlindungan selain perlindungan Allah SWT,” jelas Ahmad Yani.
 
Ahmad menambahkan, komitmen seseorang terhadap masjid akan terbangun mengingat itikaf hanya bisa dilakukan di dalam masjid. Sebab, demikian juga yang dicontohkan Rasulullah SAW beserta istri-istri beliau yang melakukan itikaf di masjid dan tidak pernah di rumah sama sekali.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X