Mau Cinta Alquran, Ini Caranya

Rep: c93/ Red: Agung Sasongko

 Jumat 03 Jul 2015 21:41 WIB

 Ustaz Kemas Syarifuddin memperlihatkan koleksi Alquran miliknya yang berumur 250 tahun lebih di kediaman pribadinya jl Pangeran Marto, Palembang, Jumat (19/6). (Antara/Nova Wahyudi) Ustaz Kemas Syarifuddin memperlihatkan koleksi Alquran miliknya yang berumur 250 tahun lebih di kediaman pribadinya jl Pangeran Marto, Palembang, Jumat (19/6). (Antara/Nova Wahyudi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama Zaki Mubarak mengatakan, malam Nuzulul Quran mestinya bisa menjadi momentum untuk lebih meningkatkan kemauan untuk mepelajari Alquran. Sehingga, kita sadar bahwa Alquran tidak cukup hanya dibaca huruf-hurufnya, lebih jauh dari itu mempelajari dan mengamalkan Alquran itu lebih penting.
 
“Bagaimana Nuzulul Quran ini bisa menggairahkan orang untuk memasyarakatkan Alquran. Jadi Alquran itu bukan hanya dikagumi atau hanya dipelajari bacaannya. Tetapi, mengamalkannya itu lebih penting,” ujar dia kepada ROL, Jumat (3/7).
 
Zaki menambahkan, cara yang tepat untuk lebih meningkatkan kecintaan kita terhadap Alquran adalah dengan terlebih dahulu mengenalinya secara baik. Cara berikutnya adalah dengan mempelajari makna dan isinya untuk kemudian dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari.
 
“Jadi aplikasikan pula isi Alquran itu dalam kehidupan sehari-hari dan dimulai dari diri sendiri dulu sebelum orang lain. Nantinya orang lain pun akan mengikuti kita,” ucap dia.
 
Seperti diketahui, Alquran merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW yang paling agung bila dibandingkan mukjizat lain yang diterima para nabi sebelum Nabi Muhammad. Dalam sejarah islam, abad ke 14 silam, tepatnya di malam Lailatul Qadar tanggal 17 Ramadhan, Alquran diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah. Peristiwa tersebut sering diperingati umat Islam sebagai malam Nuzulul Quran.
 
Berbeda dengan kitab suci lainnya yang diturunkan secara langsung, Alquran diturunkan dengan cara berangsur-angsur atau bertahap sesuai kebutuhan atau permasalahan yang terjadi saat itu. Tujuannya adalah untuk memberikan jawaban atas masalah yang dihadapi para sahabat nabi kala itu.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X