Tuesday, 8 Rabiul Awwal 1444 / 04 October 2022

Gara-Gara Daging Babi, Perusahaan Singapura Tolak Bekerja Muslim Cina

Kamis 02 Jul 2015 09:28 WIB

Rep: C38/ Red: Angga Indrawan

Islamofobia.

Islamofobia.

Foto: Unrforliberty.com

REPUBLIKA.CO.ID,SINGAPURA -- Sebuah perusahaan yang berbasis di Singapura mendapat kecaman setelah menolak lamaran pekerjaan seorang perempuan Muslim Cina. Perusahaan mengatakan prinsip Muslim untuk tidak makan daging babi akan menimbulkan ketidaknyamanan pada karyawan lain, terutama dalam acara perusahaan. 

“Apa hubungan antara kerja dengan makan? Kerja adalah kerja, makan adalah makan. Saya bisa makan makanan halal, Anda bisa makan makanan tidak halal,” tulis Heidi Heng, seorang Muslim Cina lewat Facebook, dilansir On Islam, Kamis (2/7). 

Dalam postingan tersebut, Heng mengaku kecewa dengan respons perusahaan. Keinginan sederhana Heng untuk bekerja di bagian administrasi perusahaan itu berakhir dengan komentar rasis. Ia juga mencantumkan screenshot percakapan whatsapp dengan perusahaan. 

Masalah dimulai ketika wanita muda itu melamar pekerjaan di sebuah perusahaan Singapura yang tidak disebutkan namanya. Saat mengirimkan foto berjilbab, perusahaan mengira Heng bukan perempuan Cina. Mereka berkata, “Maaf, kami sedang mencari kandidat Cina,”

Ketika perempuan Muslim itu mengatakan dia adalah Muslim Cina, dia ditanya, “Anda tidak makan daging babi, benar?” Wanita Muslim itu terkejut ketika dia diberitahu bahwa prinsipnya akan menjadi ketidaknyamanan bagi karyawan lain, terutama dalam acara perusahaan.

Diposting di Facebook pada Selasa (30/6) kemarin, postingan Heng mendapat komentar luas dari para netizen. Mereka menunjukkan kecaman terhadap perusahaan dan dukungan untuk Heng. 

Salah satu pengguna Facebook menyatakan lebih baik bagi Heng untuk tidak bekerja di perusahaan seperti itu. Yang lain berkomentar, “Saya tidak paham bagaimana preferensi makanan seseorang akan menghambat produktivitas pekerjaan administrasi. Bagaimana jika kandidat itu seorang Cina vegetarian?” 

Suami Heng, Nazirul Rahim ikut membuat postingan tentang kejadian yang dialami istrinya. Ia berpikir untuk menuntut perusahaan. Muslim di Singapura diperkirakan antara 450 sampai 500 ribu jiwa, atau kurang lebih 14-15 persen dari total populasi. 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA