Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

BPS: Tak Ada Penurunan Daya Beli Masyarakat di Sektor Ritel dan Tekstil

Kamis 02 Jul 2015 05:15 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Satya Festiani

Nilai ekspor Impor: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin (kanan), bersama Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo (tengah), dan Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Leonard VH. Tampubolon saat konferensi pers tentang ekspor impor d

Nilai ekspor Impor: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin (kanan), bersama Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo (tengah), dan Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Leonard VH. Tampubolon saat konferensi pers tentang ekspor impor d

Foto: Republika/ Yasin Habibi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) menilai, tak ada penurunan signifikan terhadap daya beli masyarakat pada sektor ritel dan tekstil. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, menyatakan masyarakat tetap akan membeli berbagai barang menjelang lebaran.

"Kalau saya lihat, sebetulnya tak turun, tapi mungkin karena berita yang luar biasa mengenai perlambatan ekonomi, mereka pun jadi lebih mengetatkan ikat pinggang," jelas Hadi kepada Republika, di Jakarta, Rabu, (1/7). Ia menambahkan, pemerintah pun berusaha melakukan 'keep buying' sehingga kondisinya bisa tetap terjaga.

Hadi menuturkan, bila daya beli masyarakt menurun, maka para pengusaha ritel dan tekstil akan mengurangi pembeliannya. Kemudian permintaan terhadap tekstil serta barang-barang konsumer juga menurun.

Hanya saja ia mengungkapkan, penurunan daya beli masyarakat terhadap ritel dan tekstil memang tak terlalu terlihat, bahkan kurang dari lima persen. "Untuk bulan ini, karena jelang lebaran, malah susah dilihat berapa penurunannya, karena permintaannya akan naik, masyarakat kita kalau jelang lebaran apa saja dibeli," tutur Hadi.

Ia menambahkan, jika terjadi penurunan indikasinya adalah deflasi. Bagi Hadi, saat ini barangnya relatif murah karena produsen ekspornya agak terganggu, sehingga penjualan dalam negeri terjaga.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA