Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Friday, 19 Zulqaidah 1441 / 10 July 2020

Perampas Truk Angkutan Gula Dibekuk Polisi

Rabu 01 Jul 2015 19:43 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Ilham

Petugas Polisi mengatur lalu lintas truk di pintu masuk Tol, jalan S. Parman, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Petugas Polisi mengatur lalu lintas truk di pintu masuk Tol, jalan S. Parman, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Foto: Antara/Yudhi Mahatma

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Dua pelaku perampasan truk pengangkut gula rafinasi diringkus anggota Polres Semarang pada Rabu (1/7). Penangkapan ini dilakukan di tanjakan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

Kedua pelaku, Agus Mulyadie (37) warga Jombang dan Margono Putro (40) warga Kediri, sebelumnya beraksi di kawasan Pemali, Karawang, Jawa Barat, pada Selasa (30/6), dini hari. Keduanya membiarkan sopir truk bernomor polisi B 9283 UEU, Ahmad (42) warga Lasem dengan tangan terikat lakban di ruas tol Pejagan.

Kapolres Semarang, AKBP Latif Usman mengatakan, pelaku leluasa menguasai truk ekspedisi ini setelah mengelabui sopir. Mereka berpura sedang butuh tumpangan.

Saat sopir truk lengah, kedua pelaku merampas truk dan mengikat sopir dengan menggunakan lakban. Setelah itu, pelaku melarikan truk bermuatan gula rafinasi seberat 30 ton ini ke arah Surabaya, dengan melalui jalur tengah Jawa Tengah.

Pelarian keduanya terhenti setelah piranti pelacak bersinyal (GPS) truk tronton tersebut terlacak teman korban yang berada di Semarang. "Kendaraan terpantau sejak berada di tol Manyaran, Semarang dan terus bergerak ke arah Ungaran dan dihentikan di tanjakan Bawe," jelas Kapolres Semarang.

Ia juga menyampaikan, informasi pembajakan truk kali pertama diterima dari PJR Polda Jawa Tengah yang berada di Pos Tol Manyaran. Sebelumnya, laporan tindak kejahatan ini masuk di Polres Pemalang. Karena itu Polres Semarang akan menyerahkan kedua tersangka dan barang bukti ke aparat kepolisian yang berkompeten.

"Kepastian lokasi kejahatannya, apakah masuk wilayah Polda Jawa Tengah atau Polda Jawa Barat perlu didalami," tambah Latif.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA