Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

 

Tips Agar Anak Sehat Berpuasa

Senin 29 Jun 2015 23:33 WIB

Rep: kiki sakinah/ Red: Damanhuri Zuhri

Ilustrasi Anak Berpuasa. (Republika/Yogi Ardhi)

Ilustrasi Anak Berpuasa. (Republika/Yogi Ardhi)

Foto: Republika/Yogi Ardhi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter Fiastuti mengatakan, salah satu prinsip yang harus diperhatikan orang tua adalah melengkapi makanan anak dengan sayur dan buah, baik pada sahur maupun berbuka puasa. Sebaiknya, mengurangi makanan berlemak dan makanan manis yang seringkali disuguhkan pada anak dengan buah.

Karena kaya akan vitamin C dan serat, buah dapat membantu proses pencernaan yang optimal dan meningkatkan daya tahan tubuh. Namun demikian, kebutuhan vitamin C berbeda berdasarkan usia.

Ia menyarankan, untuk memilih buah yang kaya serat, agar membantu anak merasa kenyang lebih lama. Di samping, buah yang bervitamin dan bernutrisi tinggi, agar kebutuhan vitamin hariannya tercukupi. Dalam sehari, anak membutuhkan sekitar 15-75 mg kebutuhan vitamin C.

“Jika pada orang dewasa dianjurkan lima porsi buah dan sayur dalam sehari, pada anak porsinya lebih sedikit. Pada anak usia 1-3 tahun 1 mangkuk buah dan ¼-1 mangkuk sayur, usia 4-18 tahun sekitar 1,5 mangkuk buah dan 1-2,5 mangkuk sayur,” kata Fiastuti menerangkan.

Pada saat berbuka, sebaiknya buah dikonsumsi dalam bentuk jus, supaya penyerapan lebih cepat dan mengganti kadar gula setelah seharian berpuasa. Sebaliknya pada saat sahur, buah sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk utuh, agar kandungan seratnya masih tinggi. Selain itu, ampas pada buah yang di jus sebaiknya tidak dibuang, agar kandungan vitamin C nya tetap ada.

Minumlah jus buah sesegera mungkin setelah dijus dan jangan didiamkan terlalu lama. Karena, buah yang terpapar udara dan sinar matahari dapat teroksidasi dan mengakibatkan kandungan vitamin C nya hilang. 

Ia juga menganjurkan untuk mengonsumsi buah dengan kadar indeks glisemiknya rendah. Menurutnya, indeks glisemik yang tinggi menyebabkan kadar gula cepat tinggi dan kemudian cepat menurun. Kadar fluktuatif itu dinilai tidak baik bagi tubuh, dan dapat memudahkan terjadinya diabetes.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES