Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Genjot Penerimaan Zakat, Baznas Yogya Buka Gerai di Mal dan Pasar

Selasa 23 Jun 2015 19:01 WIB

Rep: yulianingsih/ Red: Damanhuri Zuhri

Zakat

Zakat

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Yogyakarta tahun ini membuat gebrakan baru dalam pengumpulan zakat. Baznas Kota Yogya melakukan jemput bola dalam pengumpulan zakat melalui pembukaan gerai zakat di mall dan pasar tradisional.

"Tahun ini kita buka 10 gerai zakat di beberapa titik," kata Sekretaris Baznas Kota Yogyakarta, Misbahuddin di kantor Baznas Kota Yogyakarta, Selasa (23/6).

Gerai zakat ini dibuka di Ambarukmo Plaza, Galeria Mall, Pasar Beringharjo, Pasar Klitikan, Titik Nol Yogya dan beberapa titik lainnya. "Melalui gerai ini kita ingin memberikan edukasi dan mendekatkan layanan pada masyarakat," ujar Misbahuddin menjelaskan.

Layanan zakat dipusatkan di kantor Baznas Kota Yogyakarta yang buka 24 jam. Diakuinya aspek edukasi terkait zakat masih kurang sehingga kesadaran masyarakat untuk membayar zakat masih rendah.

"Kendala lebih di edukasi, mimbar jumat dan majelis taklim jarang memberikan edukasi terkait zakat ini," kata Misbahuddin menjelaskan.

Selama ini, kata dia, Baznas mampu mengumpulkan zakat baik maal maupun profesi sebesar Rp 250 juta setiap bulannya.

Melalui pembukaan 10 gerai ini, diharapkan ada kenaikan 50 hingga 60 persen dari bulan sebelumnya. ''Gerai zakat akan dijaga dua sukarelawan secara bergilir dari pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB,'' ujarnya.

Menurut Misbah, potensi zakat profesi di Kota Yogyakarta mencapai Rp 1 miliar hingga Rp 1,5 miliar setiap bulannya. Namun potensi ini baru tergarap 20 persen saja. "Ini hanya potensi zakat profesi dari PNS di wilayah Kota Yogyakarta belum lainnya," ujarnya.

Selain kesadaran masyarakat yang kurang, tidak banyaknya amil zakat yang profesional dan amanah juga menjadi kendala tersendiri bagi pengumpulan zakat tersebut. 


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA