Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Mudik 2015

Bandara Ahmad Yani 'Disulap' Jadi Terminal Domestik

Senin 22 Jun 2015 19:59 WIB

Red: Hazliansyah

Bandara Ahmad Yani, Semarang

Bandara Ahmad Yani, Semarang

Foto: Republika/Sakir

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Bandara Ahmad Yani Semarang memastikan akan meningkatkan pelayanan selama bulan Ramadhan hingga Lebaran mendatang.

"Salah satu yang kami lakukan adalah memfungsikan terminal internasional menjadi terminal domestik selama Ramadan hingga Lebaran," kata General Manajer PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang Priyo Jatmiko di Semarang, Senin.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan jumlah penumpang khususnya pada arus mudik mendatang.

"Kami ingin memberikan pelayanan yang optimal pada penumpang yang mudik dengan menggunakan pesawat terbang. Dengan semakin bertambahnya terminal penerbangan domestik tentu kepadatan penumpang dapat terurai," katanya.

Pengalihfungsian terminal dari internasional ke domestik tersebut akan dilakukan paling lambat mulai minggu depan. Pihaknya memprediksikan, pada saat itu banyak masyarakat yang mulai melakukan perjalanan mudik.

Sementara itu, pihaknya juga sedang mempertimbangkan permintaan yang diajukan sejumlah perusahaan maskapai penerbangan mengenai penambahan durasi penerbangan.

Diakuinya, seiring dengan tingginya permintaan masyarakat untuk layanan transportasi udara ini banyak maskapai yang berencana menambah durasi penerbangan.

"Kami masih melihat jadwal penerbangan yang sudah berjalan. Mengenai penambahan durasi penerbangan ini harus disesuaikan dengan jadwal penerbangan yang sudah berjalan di hari normal," katanya.

Selain itu, pihaknya juga harus memastikan apakah area apron bandara masih memadai jika ditambah oleh durasi penerbangan selama Lebaran. Pihaknya menjelaskan, untuk kondisi saat ini kapasitas apron di Bandara Ahmad Yani bisa untuk enam pesawat utama dan dua pesawat cadangan.

"Kapasitas ini bisa dimaksimalkan menjadi 10 pesawat asalkan waktu terbang tidak bersamaan," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA