Sambal Lokan Kakuah Jadi Menu Sahur di Mukomuko

Red: Ani Nursalikah

Jumat 19 Jun 2015 11:43 WIB

Sambal lokan kakuah atau sambal kerang khas Mukomuko, Bengkulu/ilustrasi

Sambal lokan kakuah atau sambal kerang khas Mukomuko, Bengkulu/ilustrasi

Foto: tiffinbiru.com

REPUBLIKA.CO.ID, MUKOMUKO -- Sambal lokan "kakuah" atau pindang dari bahan baku kerang yang hidup di air tawar menjadi menu utama sahur dan berbuka puasa di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu karena mampu meningkatkan selera makan.

"Biasanya sahur selera makan kurang, untuk memancing selera makan bangkit, mayoritas warga Mukomuko memasak lokan kakuah," kata tokoh masyarakat Kabupaten Mukomuko, Ansari, Jumat (19/6).

Ia menyebutkan, hampir mayoritas warga di daerah itu terutama di Kecamatan Kota Mukomuko mengkonsumsi menu utama sambal lokan kakuah karena sambal ini dimasak tidak terlalu banyak kuahnya dan tidak terlalu kering.

Ia mengatakan, biaya yang dibutuhkan untuk memasak sambal lokan kakuah ini tidak begitu mahal karena lokan atau kerang besar yang hidup di air tawar di daerah itu mudah didapat.

"Tidak sulit bagi warga mendapatkan lokan karena banyak dijual di pasar tradisional di daerah ini," ujarnya.

Ansari yang juga Kabag Kesra di Sekretariat Pemerintah Kabupaten Mukomuko mengemukakan menu tersebut tidak hanya dimakan pada saat sahur, tetapi juga di makan saat berbuka puasa.

Selain sambal lokan kakuah, kata dia, sebagian warga seperti di Kecamatan Selagan Raya memasak gulai sampadeh serta pindang atau bagar ikan di Kecamatan Ipuh dan sekitarnya.

Play Podcast X