Puasa Menurut Alquran Bertujuan Ketakwaan

Rep: c24/ Red: Agung Sasongko

 Rabu 17 Jun 2015 05:04 WIB

Takwa (ilustrasi). Foto: blog.science.gc.ca Takwa (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Puasa telah lama dikenal umat manusia. Namun nukan berarti, puasa ritual yang sudah usang atau ketinggalan zaman. Karena umat manusia di zaman ini dari berbagai macam keyakinan tetap melakukanya dengan berbagai motif dan dorongan.

Pakar Tafsir Alquran, M. Quraish Shihab menjelaskan, puasa yang dilakukan umat Islam digaris bawahi oleh Alquran sebagai tujuan memperoleh takwa. "Tujuan tersebut tercapai dengan menghayati arti puasa itu sendiri," tulisnya dalam buku Membumikan Al-Quran.

Menurutnya memahami dan menghayati arti puasa memerlukan pemahaman menyangkut hakikat manusia dan kewajibannya di bumi ini.

Puasa dalam arti mengendalikan dan menahan diri untuk tidak makan dan minum dalam waktu-waktu tertentu dilakukan antara lain dengan tujuan memelihara kesehatan atau merampingkan tubuh. Bahkan terkadang ada aksi mogok makan sebagai pertanda protes atas perlakuan pihak lain yang telah berbuat lalim.

Mogok makan juga dilakukan sebagai pertanda solidaritas atas bentuk keprihatinan malapetaka yang menimpa teman atau saudara, seperti yang dilakukan di sementara suku-suku India dan lainnya yang hingga kini masih berlaku.

Quraish Shihab menekankan puasa dengan aneka ragam tujuan dan bentuk tersebut dihimpun oleh satu esensi. "Pengendalian diri," ungkapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X