Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

'Jangan Sampai MEA Gerogoti Sifat Gotong Royong'

Sabtu 13 Jun 2015 09:03 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Sirmadji, anggota MPR RI F PDI Perjuangan

Sirmadji, anggota MPR RI F PDI Perjuangan

Foto: MPR

REPUBLIKA.CO.ID, BALIKPAPAN -- Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015, akan memberikan berbagai dampak bagi Indonesia, baik positif maupun negatif. Positifnya, jalur perdagangan di kawasan Asean akan berjalan lebih cepat. Sehingga diperkirakan akan terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi, termasuk di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Sirmadji, anggota MPR RI F PDI Perjuangan pada acara Sosialisasi dengan metode outbound, di hotel Le Grandeur Balikpapan, pada Jumat (12/6) malam. Di sisi lain, kata dia, MEA juga berpotensi menggerogoti nilai-nilai luhur yang selama ini dimiliki bangsa Indonesia. Salah satunya adalah jiwa gotong royong.

Karena pemberlakuan MEA dikhawatirkan akan menumbuh suburkan rasa individualisme dan saling mengalahkan. Sirmadji mengatakan pemuda sebagai pemimpin masa depan dituntut tanggungjawabnya untuk melaksanakan nilai-nilai pancasila disegala bidang. Baik dalam konteks politik, ekonomi dan budaya. Hal ini penting agar nilai-nilai luhur yang terdapat dalam Pancasila tidak tercerabut dari masyarakat.

"Ekspor bahan mentah harus dihentikan karena itu tidak menguntungkan bagi kita, pemerataan pembangunan harus dilakukan, termasuk kawasan Indonesia Timur", kata Sirmadji.

Sementara Anggota MPR RI F PKS Hermanto menyoroti proses penerimaan Pancasila oleh tokoh-tokoh Indonesia saat awal kemerdekaan. Khususnya tokoh-tokoh Islam dengan non muslim. Menurut Hermanto kemauan tokoh muslim menghapus tujuh kata dalam piagam Jakarta, merupakan sikap kebangsawanan yang sangat terpuji. Ini merupakan bukti bahwa para tokoh waktu itu rela berkorban, demi cita-cita dan tujuan bersama.

"Sikap mau mengalah seperti itu, patut ditiru oleh generasi muda, termasuk menerima pendapat orang lain, apalagi kalau pendapat tersebut memang lebih baik", kata Hermanto.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler