Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Mengapa Usia Emas Anak di 1.000 Hari Pertama Awal Kehidupannya?

Selasa 02 Jun 2015 04:38 WIB

Rep: MGROL 41/ Red: Indira Rezkisari

Mainan bisa menjadi objek untuk menstimulasi anak balita

Mainan bisa menjadi objek untuk menstimulasi anak balita

Foto: beachkids.co.uk

REPUBLIKA.CO.ID, Sebelum anak menginjak usia dua tahun, orang tua harus sangat memperhatikan tumbuh kembang anaknya. Di masa 1.000 hari pertamanya ini anak mengalami pertumbuhan pesat sehingga membutuhkan nutrisi dan stimulasi.

Menurut Dokter Spesialis Kandungan, Dr Ali Sungkar, Sp.OG(K), pada usia dua tahun, anak sudah memenuhi 80 persen dari ukuran otak dewasanya. Sehingga anak perlu diberikan hal-hal yang mereka butuhkan pada usia tersebut, dari mulai pembelajaran tentang hal baru sampai pada asupan gizi yang seimbang.

Pada usia tersebut anak lebih mudah tanggap akan hal baru di sekelilingnya. Penting untuk diri si anak mengembangkan potensi belajar dan bermainnya. Buatlah ia dalam suasana yang mudah bergaul dan berinteraksi pada siapapun.

Pada usia emas ini juga jangan lupakan nutrisi si anak. Jangan biarkan anak kekurangan zat-zat penting. Karena pada usia ini anak rentan terkena penyakit terutama diare. Diare merupakan pembunuh nomor satu di dunia bagi anak.

Agar jagoan cilik Anda tidak mudah sakit, penting untuk selalu memberi nutrisi seebagai panganan terbaiknya. Berikanlah sang buah hati ASI eksklusif sampai umur dua tahun. Selain itu, apabila anak sudah sampai usia enam bulan, maka tambahkanlah makanan pendamping seperti nasi tim dan buah.

Pada usia emasnya agar pertumbuhannya berjalan dengan optimal jangan lupakan rasa kasih sayang yang dibangun melalui pemberian makan dari ibu ke anak. Melalui cara ini, jalinlah ikatan batin agar otak anak terpancing untuk berkembang karena rasa nyaman dan aman yang ditumbuhkan oleh ibu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA