Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Kalung Sosial Teliti Pola Pergaulan Sapi

Ahad 10 May 2015 17:06 WIB

Red: Maman Sudiaman

Sapi Australia

Sapi Australia

Foto: quikturt.com

REPUBLIKA.CO.ID, QUEENSLAND -- Bebrgai cara dilakukan peneliti Australia untuk meningkatkan produksi sapi. Salah satunya seperti yang dilakukan Profesor Dave Swain dari Universitas Queensland Sentral di Rockhampton. Ilmuwan ini meneliti mengenai pergaulan sapi.

Profesor ini telah memasangkan -apa yang ia sebut sebagai- ‘kalung sosial’ ke para ternak untuk melacak setiap pergerakan mereka. Kalung ini dapat menyimpan informasi selama beberapa minggu.

Ia mengatakan, salah satu temuan yang menarik adalah ketika sapi betina mengasuh anak, mereka cenderung menghabiskan waktu dengan induk sapi lainnya yang memiliki anak dengan usia yang sama.

"Ini sedikit seperti ketika Anda pergi ke ibu Anda dan kelompok balita lainnya- Anda berinteraksi dengan sekelompok ibu dan terus bersama dengan mereka semua melewati masa kanak-kanak putra Anda hingga melewati jenjang SMP dan SMA," ujarnya baru-baru ini.

Ia mengatakan, kalung sosial tersebut adalah alat penelitian, tetapi ia bekerja untuk menciptakan teknologi yang lebih hemat biaya dan, dengan demikian, lebih banyak tersedia.

"Kami menggunakan beberapa teknologi berbasis lokasi, yang ditempelkan ke telinga. Kami mampu melacak hewan di sekitar lokasi dan mendapatkan masukan tiap 10 menit,” terang Prof. Dave.

Ia menambahkan, "Sekarang, sementara ini sedikit seperti GPS, alat ini sedikit berbeda dan menggunakan sinyal radio transmisi dan serangkaian antena untuk mendapatkan lokasi dan lebih hemat biaya dan praktis ketimbang kalung penelitian tadi."

Kalung dan alat lacak juga digunakan bersamaan dengan alat identifikasi frekuensi radio yang ditempel di telinga (RFID) yang merupakan bagian dari Sistem Identifikasi Ternak Nasional (NLIS) dan dikombinasikan dengan sistem penimbang berjalan.

"Ketika kami sudah mendapatkan pembaca RFID di titik yang berair, kami sebenarnya bisa menggunakan keterhubungan itu ketika mereka datang ke air, dan menggunakan perbedaan waktu di antara masing-masing hewan sebagai ukuran interaksi sosial," kemuka Profesor Dave.

Ia menyambung, "Tim kami sedang mencari produsen yang ingin mulai bekerja dengan universitas untuk menguji dan menyempurnakan sistem pengasuhan NLIS."

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/2015-05-07/genjot-tingkat-reproduksi-ilmuwan-australia-teliti-pola-pergaulan-sapi/1444858
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA