Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Monday, 24 Rabiul Akhir 1443 / 29 November 2021

Kedudukan Shalat Sangat Tinggi

Sabtu 09 May 2015 10:57 WIB

Rep: c62/ Red: Damanhuri Zuhri

Umat Muslim melakukan shalat berjamaah di Masjid Ukash.

Umat Muslim melakukan shalat berjamaah di Masjid Ukash.

Foto: Arabnews

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Bidang Dakwah Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Abdul Muhith Murtadho mengungkapkan, kedudukan shalat dalam Islam, sangat tinggi. ‎Shalat merupakan rukun Islam yang paling utama setelah dua kalimat syahadat.

''Banyak uraian yang disampaikan Allah SWT dalam Alquran dan Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan para sabat dan tabiin, akan pentingnya ibadah shalat,'' kata Ustaz Abdul Muhith Murtadho kepada Republika, Sabtu (9/5).

Ia lalu mengutip hadis yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda, ''Islam dibangun atas lima perkara, yaitu bersaksi tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT dan bersaksi Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan melaksanakan haji ke Baitullah.''

Menurut Ustaz Abdul Muhith Murtadho, Allah SWT sangat mencela orang yang melalaikan dan bermalas-malas melaksanakan ibadah shalat. "Allah SWT sangat mencela orang yang lalai melaksanakan ibadah shalat,'' kata Ustaz Abdul Muhith.

Ia lalu mengutip surat Al-Ma'un ayat 4-5 yang artinya, ''Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya dan Allah memuji orang yang mengerjakan shalat (dengan khusyu`), bahkan Allah membanggakan orang yang menunaikan serta memerintahkan keluarganya agar juga melaksanakannya.''

Menurut Ustaz Abdul Muhith, shalat adalah tiang Agama,  Agama Islam tidaklah tegak kecuali dengan shalat. Dalam hadits Mu’adz disebutkan,‎ ''Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak perkaranya adalah jihad.” 

Ia juga menyebutkan, shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab pada diri seorang hamba. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi." Hadis riwayat Abu Daud.

Lebih lanjut Ustaz Abdul Muhith mengungkapkan, shalat termasuk diantara wasiat terakhir Nabi Muhammad SAW bagi umat Islam, seperti yang dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha. “Jagalah shalat, jagalah shalat dan budak-budak kalian.” (HR. Ibnu Majah).

Ia menjelaskan, shalat adalah ibadah yang diperintahkan untuk dilaksanakan dalam segala situasi, baik dalam perjalanan atau pun tidak, dalam situasi aman atau situasi khauf (perang) sebagaimana dijelaskan dalam Alquran surat Albaqarah ayat 238-239 dan an-Nisa ayat 102-103.

Shalat adalah perkara terakhir yang hilang dari manusia, jika shalat telah hilang, hilang pula agama secara keseluruhan.‎

Rasulullah SAW bersabda, ''Tali ikatan Islam akan putus seutas demi seutas. Setiap kali terputus, manusia bergantung pada tali berikutnya. Yang paling awal terputus adalah hukumnya, dan yang terakhir adalah shalat.” (HR. Ahmad).


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA