Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Ilmuwan Australia Teliti Dampak Industri Salmon terhadap Ekosistem Laut

Ahad 10 May 2015 14:20 WIB

Red:

Budidaya ikan di Pelabuhan Macquarie, Tasmania.

Budidaya ikan di Pelabuhan Macquarie, Tasmania.

Foto: Michael Cavanagh

REPUBLIKA.CO.ID, TASMANIA -- Sebuah tim yang terdiri dari 12 peneliti tengah melakukan studi juta dolar tentang dampak industri salmon Tasmania terhadap lingkungan laut.

Proyek tiga tahun ini akan mengamati kekhawatiran pada perluasan industri salmon dan dampaknya pada industri makanan laut lainnya seperti lobster dan tiram.

Penelitian ini dipimpin oleh Institut Studi Kelautan dan Antartika serta didanai oleh lembaga Penelitian dan Pengembangan Perikanan.

Seorang peneliti Senior, Catriona MacLeod, mengatakan, penelitian serupa, yang berlangsung satu dekade lalu, sudah tak berlaku lagi.

"Sepuluh tahun berlalu, industri ini sendiri telah berubah cukup jauh baik dalam skala, ukuran dan teknologi yang digunakan dan juga di area yang sekarang mereka geluti, " tuturnya baru-baru ini.

Ia menerangkan, "Mereka sedikit berbeda di area ini 10 tahun yang lalu, jadi kami benar-benar kembali dan melihat apa yang kami usulkan dulu masih ada."

Dr Catriona mengatakan, dampak kotoran salmon dan penyebaran nutrisi yang diumpankan ke ikan akan diteliti.

"Bagaimana hal itu mungkin mengubah hal-hal seperti komposisi alga pada sistem terumbu karang. Mereka adalah komponen ekologi yang penting bagi sistem terumbu karang, yang mendorong ekologi sistem tersebut bekerja," ujarnya.

Ia mengharapkan, temuan ini akan membantu industri salmon mengembangkan teknik yang lebih baik untuk mengurangi potensi resiko yang teridentifikasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA