Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Target Meleset, Qatar Airways Salahkan Boeing dan Airbus

Kamis 07 May 2015 10:30 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Ani Nursalikah

Qatar Airways

Qatar Airways

REPUBLIKA.CO.ID, DOHA -- Kinerja keuangan Qatar Airways diprediksi kurang cemerlang di tahun fiskal 2014. Bos maskapai penerbangan Kawasan Teluk itu menyalahkan Boeing dan Airbus yang menunda kiriman pesanan pesawat.

CEO Qatar Airways Akbar al-Baker menuding penundaan pengiriman pesanan pesawat Airbus A380 dan Boeing 787 Dreamliner membuat mereka tidak mencapai target seperti yang diharapkan.

''Sebenarnya bisnis berjalan baik, kecuali penundaan A380 selama enam bulan ini yang tidak kami harapkan dan empat unit 787. Laba yang kami harapkan tidak tercapai,'' kata al-Baker seperti dikutip Arabian Business, Rabu (6/5).

Laporan kinerja keuangan Qatar Airways yang berakhir pada 31 Maret baru akan diumumkan beberapa pekan ke depan dan sedang diaudit.

Al Baker mengatakan meski harga minyak turun, belum ada penurunan harga tiket karena persaingan marjin yang ketat.

''Banyak yang mengira, dengan turunnya harga minyak hingga 50 persen, harga tiket pesawat juga harus turun sebegitu besar. Mereka lupa, saat harga tiket turun dan harga minyak naik, pertumbuhan kami bisa negatif,'' ujar al-Baker.

Beruntung, lanjut al-Baker, mereka melakukan upaya lindung nilai sehingga perubahan harga minyak tidak akan mengubah struktur biaya yang mereka buat.

Tahun depan Qatar Airways akan makin agresif dengan membuka rute-rute baru, termasuk penambahan jadwal harian  penerbangan Dubai-Qatar dan mempertahankan 12 rute yang sudah beroperasi.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA