Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Menteri Perempuan Jangan Hanya Sekadar Simbol

Selasa 21 Apr 2015 21:44 WIB

Rep: C09/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pejabat baru Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksdya Ade Supandi (kiri) membalas hormat dari Menteri kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti (kanan) seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/12).

Pejabat baru Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksdya Ade Supandi (kiri) membalas hormat dari Menteri kelautan Perikanan Susi Pudjiastuti (kanan) seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/12).

Foto: Antara/Prasetyo Utomo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Hari Kartini yang jatuh pada 21 April mengingatkan masyarakat pada peran perempuan dalam pemerintahan. Namun, banyaknya Menteri perempuan di dalam kabinet pemerintahan saat ini dinilai jangan hanya dijadikan simbol yang tidak bisa membuat kebijakan apa-apa.

“Buat kebijakan yang bisa menunjukkan bahwa perempuan Indonesia itu powerful,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI, Endang Maria Astuti, saat dihubungi ROL, Selasa (21/4).

Menurutnya, sudah saatnya perempuan turut andil dalam memikirkan bangsa. Meski banyak laki-laki di pemerintahan yang peduli pada perempuan, namun hanya perempuan yang tahu secara detail persoalan perempuan agar dapat menjadi patokan dalam mengambil kebijakan.

“Peran perempuan sebagai penyeimbang kebijakan, bukan hanya mengenai kesetaraan gender,” kata dia.

DPR sangat berharap pemerintah untuk saat ini dan ke depannya, bisa mengambil sikap dan berbenah. Banyak kebijakan yang bisa dijadikan regulasi untuk kepentingan negara melalui pemberdayaan perempuan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA