Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Produk Organik Booming di AS

Kamis 16 Apr 2015 09:08 WIB

Rep: c 27/ Red: Indah Wulandari

Makanan Organik (Ilustrasi)

Makanan Organik (Ilustrasi)

Foto: Tikachuskitchen.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON -- Minat konsumen Amerika Serikat  terhadap pangan berlabel organik terus berkembang.

Menurut data Departemen Pertanian yang dilansir dari Associated Press, Kamis (16/4) penjualan produk organik di Amerika Serikat melonjak 11 persen dari tahun lalu saja. besarannya mencapai lebih dari 39 miliar dolar AS.

"Satu-satunya cara untuk membuat perubahan, yaitu dengan mengadopsi secara luas," kata Kepala Asosiasi Perdagangan AS Laura Batcha.

Jumlah distribusi bahan pangan organik AS pun diklaim tumbuh sebesar 250 persen sejak ada sertifikasi produk organik pada tahun 2002.

Penjualan organik kini mencapai hampir 5 persen dari total penjualan makanan di AS. Hal serupa juga terjadi pada produk non-pangan, seperti tekstil dan barang-barang perawatan pribadi.

Asosiasi Perdagangan Organik AS mengatakan, penjualan non-pangan melonjak hampir 14 persen dari tahun lalu dan mencapai lebih dari 3 miliar dolar AS.

Industri ini telah berkembang pesat sejak Amerika Serikat menempatkan aturan ketat label organik 13 tahun yang lalu.

Beberapa kritikus mengatakan bahwa bisnis organik ini sudah tumbuh sangat pesat, seperti  raksasa makanan General Mills dan Kellogg telah memasuki persaingan produk organik. Banyak pula perusahaan makanan organik skala kecil telah tumbuh menja bisnis yang lebih besar.


Menteri Pertanian AS Tom Vilsack bahkan mengumumkan akan membuat database baru sehingga konsumen dapat melacak sertifikasi organik perusahaan.

"Jenis perdagangan yang lebih beragam dan sektor pasar yang terus  tumbuh di pertanian Amerika akan lebih baik bagi ekonomi pedesaan dan negara kita," Vilsack.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA