Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Wednesday, 7 Syawwal 1442 / 19 May 2021

Nasib Perekonomian Iran Bergantung Kesepakatan Nuklir

Rabu 08 Apr 2015 15:51 WIB

Rep: Gita Amanda/ Red: Agung Sasongko

Fasilitas nuklir Iran

Fasilitas nuklir Iran

Foto: telegraph.co.uk

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Bankir investasi Iran Ramin Rabii mengatakan, ia bersuka cita saat mengetahui Teheran dan negara-negara kekuatan dunia mencapai kerangka kesepakatan Kamis (2/4) lalu. Rabii mengatakan, selama ini perusahaan investasi yang dipimpinnya terpaksa harus bergulat selama bertahun-tahun akibat sanksi Barat terhadap Iran.

Managing Director Managing Turquoise Partners tersebut menambahkan, sanksi yang dijatuhkan ke Iran membuat pertumbuhan ekonomi tak stabil, inflasi tinggi, pembatasan perbankan internasional, dan kekurangan mata uang. Jika kesepakatan nuklir tercapai menurut Rabii, maka akan meredakan masalah-masalah yang melumpuhkan Turquoise dan banyak perusahaan Iran lainnya.

"Kami sudah mempersiapkan untuk saat ini selama 10 tahun," kata Rabii.

Bahkan menurutnya beberapa bulan menjelang kesepakatan Turqouise telah melakukan kontak dengan ratusan calon investor asing mengenai peluang mereka jika sanksi dicabut. Ia mengatakan, perusahaannya juga berencana mengembangkan bisnis pengelolaan aset dan brokernya untuk investor di Eropa dan jika memungkinkan hingga Dubai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA