Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Terungkap, Manusia Prasejarah Meninggal karena Flu dan Batuk

Ahad 05 Apr 2015 00:14 WIB

Rep: C09/ Red: Ilham

Fosil (ilustrasi)

Fosil (ilustrasi)

Foto: afp

REPUBLIKA.CO.ID, NEANDERTHAL -- Sejumlah ilmuwan Italia telah menemukan sampel DNA tertua dari yang pernah ditemukan sebelumnya. Sampel DNA tersebut diambil dari kerangka berusia 187 ribu tahun yang disebut ‘manusia Altamura’ di Neanderthal, Italia.

Formasi kalsium pada ‘manusia Altamura’ yang ditemukan di sebuah gua pada 1993 itu menunjukkan kerangka tersebut telah berusia antara 128 ribu sampai 187 ribu tahun. Para ilmuwan tersebut akan mengurutkan DNA untuk melihat apakah silsilah baru evolusi manusia bisa diungkapkan.

Seperti dilansir Daily Mail, proyek ini telah dilakukan selama enam tahun. Para ilmuwan mengambil bagian kecil dari tulang bahu dan menganalisisnya di laboratorium.

Hasil analisis mengungkapkan, kalsit pada tengkorak terbentuk pada 172 ribu sampai 130 ribu tahun yang lalu. Saat itu, lapisan es sedang berkembang secara signifikan dari luar Antartika dan Greenland.

Penelitian lain mengungkapkan, ‘manusia Altamura’ menderita berbagai penyakit yang diyakini sebagai penyebab kematian mereka. Ilmuwan telah menemukan bukti bahwa manusia prasejarah tersebut terinfeksi penyakit TBC, batuk, dan flu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA