Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Monday, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 December 2019

Superfood Tidak Selamanya Super

Ahad 29 Mar 2015 06:00 WIB

Rep: MGROL 38/ Red: Indira Rezkisari

Superfood

Superfood

Foto: mindbodysoulfitness

REPUBLIKA.CO.ID, Ternyata, tidak semua makanan yang kerap dianggap super baik bagi kesehatan tubuh. Apalagi dengan menanamkan stigma bahwa kesehatan dapat diperoleh hanya dengan mengonsumsi makanan tanpa usaha lainnya seperti olahraga.

Biasanya makanan-makanan tersebut dianggap super karena memiliki kandungan antioksidan yang tinggi seperti blueberry, brokoli, biji delima, dan lain-lain yang diyakini mampu mencegah dan mengobati sejumlah penyakit seperti demensia hingga kanker. Padahal, label-label super tersebut mungkin saja salah satu trik untuk memperoleh keuntungan.

Penelitian tahun lalu menemukan bahwa 61 persen orang membeli makanan atau minuman karena terdapat label "superfood", sehingga menarik orang-orang. Padahal mengonsumsi makanan super tersebut secara berlebihan justru memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, dilansir Dailymail (29/3).

Itu karena superfood tersebut tidak lagi dikemas secara alami melainkan telah melalui proses produksi sebelumnya. "Bagaimana hal-hal seperti telur yang sarat dengan zat besi dikemas dengan asam amino esensial," tanya ahli gizi Nigel Denby dalam suatu pengujian superfood.

Ada baiknya superfood-superfood tersebut tidak dikonsumsi secara berlebihan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA