Tuesday, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

Tuesday, 25 Muharram 1441 / 24 September 2019

Peneliti IPB Manfaatkan Bakteri untuk Bersihkan Tambak Udang

Jumat 27 Mar 2015 07:35 WIB

Red: Ani Nursalikah

Udang tambak

Udang tambak

Foto: IPB

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sistem budidaya tambak merupakan salah satu manajemen pemeliharaan biota perikanan yang digunakan dalam kegiatan budidaya. Semakin tinggi sisa kegiatan yang digunakan dalam sistem tambak budidaya, sedimentasi dalam dasar tambak semakin meningkat.

Dasar tambak merupakan salah satu bagian wadah budidaya yang sangat penting peranannya dalam kegiatan budidaya. Setiap sistem diharapkan memiliki dasar tambak yang baik, artinya tidak hanya mampu menahan air, menerima sisa pakan atau sisa metabolisme udang, tetapi juga mampu menyediakan berbagai unsur hara untuk makanan alami udang.

Dalam Jurnal Akuakultur Indonesia 2011, terungkap bakteri nitrifikasi dan denitrifikasi bisa dijadikan pilihan dalam perombakan nitrogen (salah satu sedimen) dalam tambak udang dari aspek biologinya. Penelitian yang dilakukan Yuni Puji Hastuti dari Departemen Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) ini berjudul “Nitrifikasi dan Denitrifikasi di Tambak”.

Semakin banyak limbah yang dihasilkan dalam budidaya tambak, akan meningkatkan sedimentasi dalam dasar tambak. Senyawa amonium dan nitrit merupakan bentuk lain dari nitrogen anorganik dalam tambak. Nitrogen anorganik terdiri dari amonia (NH3), amonium (NH4+), nitri (NO2-), dan nitrogen (N2).

Berdasarkan hasil penelitian ini, tingkat kelangsungan hidup udang pada uji skala laboratorium memperlihatkan penambahan bakteri nitrifikasi (Nitrosomonas sp. dan Nitrobacter sp.) dan denitrifikasi terseleksi dapat meningkatkan kelangsungan hidup udang windu sampai 78 persen.

Pemberian bakteri nitrifikasi mampu meningkatkan kemampuan oksidasi dalam tambak, demikian sebaliknya jika proses nitrifikasi berlangsung terlalu tinggi maka dapat mencapai kondisi yang tidak baik. Oleh karena itu perlu diseimbangkan dengan pemberian bakteri denitrifikasi untuk reduksi.

Aplikasi pemberian bakteri nitrifikasi dan denitrifikasi tidak seharusnya hanya dalam air saja, namun juga dalam pengolahan tanah dasar tambak. Pada kedalaman sedimen 15 sentimeter hari ke-0, tambak intensif, telah terdapat bakteri penghasil nitrit dan amonium dan kelimpahannya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur udang.

Pemberian bakteri nitrifikasi dan denitrifikasi di sedimen dan kolom perairan dapat dilakukan seiring dengan pengukuran dan evaluasi kondisi nitrit, nitrat dan amoniumnya.

“Semakin bertambah umur udang, semakin banyak sisa metabolisme serta limbah yang dihasilkan. Hal ini menyebabkan semakin tingginya tingkat sedimentasi dalam tambak. Pemanfaatan bakteri untuk memperlancar nitrifikasi dan denitrifikasi dapat dijadikan sebagai pilihan dasar dalam perombakan nitrogen dalam lingkungan budidaya tambak dari aspek biologinya,” kata Yuni.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA