Saturday, 3 Zulhijjah 1443 / 02 July 2022

DPR Cium Diskriminasi Nama Muhammad Pesanan Asing

Jumat 20 Mar 2015 17:09 WIB

Rep: c24/ Red: Angga Indrawan

Suasana pelayanan di salah satu kantor imigrasi (ilustrasi).

Suasana pelayanan di salah satu kantor imigrasi (ilustrasi).

Foto: Wordpress.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi III DPR RI akan mengkonfirmasi Direktorat Jendral Imigrasi tentang diskriminasi untuk orang yang dokumen keimigrasian dengan nama Muhammad. Anggota komisi III DPR RI, Nasir Jamil menganggap persoalan ini berdampak buruk bila terus berlarut.

"Komisi III akan cari tahu ada apa sebenarnya. Jangan-jangan ini pesanan asing. Ini akan memunculkan sentimen anti-Islam," ujar dia, Jumat (20/3).

Sekira 200 warga negara Indonesia dengan nama Muhammad atau Ali dikabarkan tak bisa terbang ke luar negeri lantaran sistem autogate di bandara Soekarno-Hatta yang mempersulit siapa pun yang memiliki unsur dari dua nama itu. Beberapa warga pengguna nama tersebut pun di cegah keberangkatannya dengan dilakukan interview ketat sebelum terbang.

Pola curiga yang dilakukan Dirjen Imigrasi memberi kesan seakan-akan pemerintah mengalami kemunduran dalam praktik menghapus prilaku diskriminasi. Perilakuan tersebut sejatinya memberikan jawaban, bahwa pemerintahan saat ini, tak paham benar soal jalan keluar dari ancaman radikalisme.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA