Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

A Brave Heart, Kisah 'Perempuan Terburuk' Kini Jadi Inspirasi

Jumat 20 Mar 2015 11:46 WIB

Rep: Casilda Amilah/ Red: Sadly Rachman

Film dokumenter "A Brave Heart"

Foto: Youtube
EMBED

REPUBLIKA.CO.ID, TEXAS -- Film dokumenter "A Brave Heart" bercerita perjalanan seorang motivator anti intimidasi, Lizzie Velasquez yang terus-menerus dilecehkan karena penampilan fisiknya. 

Lizzie menderita sebuah sindrom langka, sangat langka bahkan tak memiliki nama. Kondisi ini mempengaruhi penglihatan dan kekebalan tubuhnya. ia memiliki 0% lemak dan tidak dapat menaikan bobot tubuhnya.

Ketika umurnya masih 17 tahun, Lizzie terkejut saat menyaksikan sebuah video di laman Youtube berjudul 'Perempuan Paling Buruk Rupa Sedunia'. Video berdurasi delapan detik yang menampilkan dirinya itu telah ditonton empat juta kali. Lizzie mengaku semakin muak ketika membaca komentar-komentar dalam laman yang memuat video tersebut.

Selah seorang menyebutnya monster dalam komentarnya. Lainnya menuliskan 'Mengapa orang tuanya tidak mengarbosinya?', 'Bakar dia sampai mati' sampai komentar yang menyarankan Lizzie untuk bunuh diri. Ia menuturkan bagaimana bisa dirinya memaafkan orang-orang yang memintanya untuk bunuh diri. 

Lizzie tak tinggal diam. Ia memutuskan untuk melawan penindasan dengan menciptakan beberapa video inspirasi tentangnya. Ketika videonya di sebuah acara menjadi perbincangan hangat, banyak permintaan datang kepadanya untuk menjadi pembicara. Kisah hidup Lizzie pun menarik perhatian sutradara Sara Bordo, dan menjadikan ceritanya ke dalam sebuah film dokumenter. 

Saat ini, pada usia 26 tahun Lizzie aktif berkampanye untuk mendorong parlemen Amerika Serikat menyusun undang-undang anti penindasan. A Brave Heart tidak hanya bukti hidup Lizzie, Ia memiliki keinginan membantu orang lain yang berada di posisi yang sama sepertinya. 

Film dokumenter Lizzie Veleasquez kini diputar di festival South by Southwest di Austin, Texas.

 

Video Editor: Casilda Amilah

Dapatkan Update Berita Republika

 
 

BERITA LAINNYA