Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Eksekusi Mati Gembong Narkoba

Kuasa Hukum Terpidana Mati: PK Bukan Tunda Eksekusi

Kamis 19 Mar 2015 17:20 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Djibril Muhammad

Terpidana mati kasus narkoba asal Ghana Martin Anderson alias Belo berada di sel tahanan usai mengikuti sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/3).

Terpidana mati kasus narkoba asal Ghana Martin Anderson alias Belo berada di sel tahanan usai mengikuti sidang peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (19/3).

Foto: Antara/Muhammad Adimaja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Salah satu terpidana mati yang juga masuk daftar eksekusi gelombang dua, Martin Anderson mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Namun, Majlis Hakim menunda persidangan hingga satu pekan karena berkas yang belum lengkap.

Kuasa hukum Martin, Thomas Christian menolak jika langkah PK untuk menunda eksekusi. Menurutnya, kuasa hukum memiliki bukti baru yaitu kekhilafan hakim dalam memutuskan perkara Martin dan putusan persidangan lainnya, Hillary

"Hakim saat itu hanya menilai dari keterangan saksi dari penangkap tanpa melihat barang bukti," ujar Thomas, di PN Jakarta Selatan, Kamis (19/3).

Di samping itu, Thomas menambahkan, dalam kasus yang sama, tersangka Hillary diputuskan dengan hukuman lebih ringan yaitu 12 tahun penjara.

Yurisprudensi tersebut, kata Thomas akan menjadi novum baru dalam pengajuan PK. Thomas mengharapkan, Mahkamah Agung (MA) dapat mengabulkan PK yang diajukan Martin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA