Monday, 28 Zulqaidah 1443 / 27 June 2022

Ulama Taiwan: Tunjukan Islam Agama Damai

Ahad 15 Mar 2015 14:15 WIB

Red: Agung Sasongko

Menara Taipei 101 di Taipei, Taiwan.

Menara Taipei 101 di Taipei, Taiwan.

Foto: Reuters/Daniel Shih/ca

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Direktur Eksekutif Masjid Raya Taipei, Nur Mohammad Ma menyarankan agar kelompok-kelompok pekerja asal Indonesia untuk bergabung dengan NU atau Muhammadiyah dan tidak bernafsu membentuk organisasi sendiri-sendiri.

"Kami sudah pernah menyampaikan banyaknya organisasi-organisasi pekerja Indonesia ini kepada KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei) untuk membantu mengatasinya karena ini juga menjadi perhatian pemerintah Taiwan," kata Mohammad, Ahad (15/3).

Selain membantu penyelenggaraan kegiatan keagamaan, pihaknya juga memfasilitasi sarana beribadah bagi umat Islam asal Indonesia yang ada di Taiwan. "Kami prihatin ketika melihat pekerja asal Indonesia yang menghabiskan akhir pekannya dengan duduk-duduk lesehan di TMS (Taipei Main Station). Oleh sebab itu, kami sediakan mushala di sana," ujarnya.

Ia juga menyarankan umat Islam asal Indonesia di Taiwan, terutama kaum Hawa, menutup aurat sebagaimana lazimnya yang dikenakan di Indonesia.

"Jangan berpakaian yang aneh-aneh. Kami tahu cara berpakaian muslimah Indonesia yang berbeda dengan di negara-negara Arab sana. Apalagi Taiwan bukan negara Islam. Tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang merahmati bukan menjadikan orang takut memandangnya," kata Mohammad.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA