Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

'Bangsa Gotong Royong Harus Dilindungi dari Sifat Individualistik'

Kamis 12 Mar 2015 17:58 WIB

Rep: c82/ Red: Dwi Murdaningsih

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin

Foto: Antara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesadaran berbangsa dan bernegara sangat penting dipertahankan. Wakil Ketua MPR Mahyudin mengatakan, kesadaran tersebut sangat penting agar rasa nasionalisme bangsa Indonesia yang dibangun dalam gotong royong tetap tertanam.

 

"Kita harus membentengi diri dari jiwa-jiwa individualistik yang masuk dari luar yang tidak cocok dengan bangsa kita. Karena kita terkenal dengan gotong royong," kata Mahyudin saat menyambut para guru mata pelajaran PKN dari Balikpapan di ruang GBHN, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/3).

 

Mahyudin mengatakan, saat ini, Indonesia sedang mengalami pengaruh yang luar biasa dari dunia luar. Provokasi yang dapat memecah persatuan pun, lanjutnya, terjadi dimana-mana, termasuk mengenai SARA.

 

"Ini yang jadi PR kita. Penanaman wawasan kebangsaan kepada masyarakat Indonesia sedini mungkin. Ini problem sekaligus tantangan. Kalau mereka ditanamkan tenggang rasa, gotong royong masalah seperti tawuran nggak akan terjadi," jelasnya.

 

Menurut Mahyudin, Indonesia memiliki Pancasila yang dapat digunakan sebagai senjata yang paling kuat. Pancasila yang digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia harus dijadikan benteng pertahanan untuk menghadapi pengaruh buruk terhadap nilai-nilai kebangsaan.

 

"Mudah-mudahan kita dapat menanamkan nilai-nilai Pancasila pada anak-anak kita. Dan yang penting menanamkan bahwa kita bangga menjadi warga negara Indonesia," ujar politikus Partai Golkar itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler