Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Bangkrutnya Peternak Ayam, Sekjen Kementan Tekankan Komunikasi

Selasa 10 Mar 2015 12:48 WIB

Rep: C78/ Red: Satya Festiani

Pedagang ayam menunjukan ayam dagangannya di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).  ( Republika/Raisan Al Farisi)

Pedagang ayam menunjukan ayam dagangannya di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (21/1). ( Republika/Raisan Al Farisi)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Sekjen Kementan) melihat adanya komunikasi yang baik dan intens yang mesti dibangun antara pemerintah dengan asosiasi pengusaha ternak ayam lokal. Hal tersebut menanggapi kabar bangkrutnya 3.600 peternak ayam lokal sebagaimana disampaikan Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli) belum lama ini.

"Komunikasi khususnya dalam mengatur supply and demand," kata Sekjen Hari Priyono pada Selasa (10/3). Jangan sampai, kata dia, terjadi produksi yang berlebih dalam produksi ayam potong lokal maupun ras, agar harga tidak jatuh karena over supply.

Ditanya soal langkah yang dilakukan kementan sebagai solusinya, ia menyebut ada paket bantuan yang diberikan kepada peternak. Namun ia tak menyebut secara rinci berikut terobosan-terobosannya. Yang jelas, Hari menyebut konsumen ayam lokal dan ayam ras tidak sama. Keduanya memiliki pangsa pasar masing-masing dan tidak bisa dipersaingkan.

Komunikasi untuk mencari solusi pun perlu dilakuka  dalam urusan distribusi. "Kita ini negara kepulauan, jadi diatribusi tidak merata, ada yang sudah panen tapi belum bergerak karena terhambat produkai, ada yang lancar-lancar saja," turutnya. Terdapat pula perbedaan ongkos distribusi antara kawasan satu dan yang lain. Makanya, penting bagi Kementan untuk mengkaji permasalaha  tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA