Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

PGN Operasikan SPBG di Surabaya

Senin 09 Mar 2015 18:30 WIB

Rep: C87/ Red: Satya Festiani

Perusahan Gas Negara (PGN)

Perusahan Gas Negara (PGN)

Foto: wikipedia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) membangun infrastruktur pengisian BBG baik berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan Mobile Refueling Unit (MRU) di Surabaya. Tepatnya di Jalan Ratna, Ngagel, Surabaya sehingga disebut SPBG Ngagel.

Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Danny Praditya mengatakan, SPBG Ngagel tersebut dibangun dengan biaya PGN sendiri. SPBG Ngagel berkapasitas 0,5-1 MMSCFD atau 15.000 hingga 30.000 liter setara premium (lsp) per hari.  Harga gas per lsp dibanderol Rp 4.500. Gagas Energi Indonesia atau PGN Gagas adalah anak usaha PGN yang menjalankan bisnis infrastruktur gas bumi untuk transportasi (SPBG dan MRU).

“Keberadaan SPBG Ngagel ini menunjukkan komitmen dari PGN untuk mendukung program pemerintah dalam konversi BBM ke BBG,” kata Danny pada acara soft launching SPBG Ngagel, Senin, (9/3).  

Danny menambahkan pada tahun 2015 PGN juga akan menambah satu lagi SPBG di Surabaya. Selain itu, PGN juga menyuplai gas untuk tiga SPBG milik mitra PGN di Surabaya. Saat ini PGN telah memiliki MRU yang siap untuk ditempatkan di Surabaya.

“Kami masih berkoordinasi dengan pihak Walikota Surabaya untuk mendapatkan lokasi yang pas untuk MRU PGN,” kata General Manager PGN SBU Distribusi Wilayah II, Wahyudi Anas yang juga hadir pada acara soft launching tersebut.

Untuk memperkenalkan penggunaan BBG di kendaraan, PGN telah menghibahkan 25 unit konverter kit untuk kendaraan dinas Pemkot Surabaya. Hal bertujuan memberikan pemahaman dan dukungan pemerintah daerah terhadap pemanfaatan energi ramah lingkungan.

Selama ini PGN SBU Distribusi Wilayah II secara konsisten telah menggunakan BBG di 100 unit kendaraan operasional. Dalam prakteknya, mampu menghemat biaya penggunaan energi sebesar 44 persen dibanding menggunakan BBM. Ha itu dinilai membantu Pemerintah mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Untuk memperluas infrastruktur pengisian BBG, PGN melakukan tiga cara. Ketiga cara tersebut adalah membangun sendiri SPBG dan MRU, bekerjasama dengan BUMD dan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Terintegrasi (SPBT) dengan bekerjasama dengan SPBU. Di dalam SPBT tersebut terdapat tempat pengisian bahan bakar minyak dan bahan bakar gas.

Hingga saat ini, PGN telah membangun lima SPBG yaitu di Pondok Ungu (Bekasi), Ketapang (Jakarta), Bogor, Surabaya dan Cilegon. Adapun MRU PGN terdapat di IRTI Monas, Waduk Pluit dan Cengkareng. Tahun ini PGN akan membangun 16 SPBG di Sukabumi, Jakarta, Bekasi, Bogor, Batam, Lampung, Surabaya dan Riau.

PGN telah menjalin kerja sama dengan BUMD seperti PT Jakarta Propertindo, BUMD milik Pemprov DKI Jakarta. PGN dan Jakarta Propertindo akan membangun 20 SPBG dalam dua tahun ke depan. Selain itu, kerja sama dengan BUMD Tangerang Selatan untuk pengadaan MRU di BSD, Tangerang Selatan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA