Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Mengenang Anthony Mason

Ahad 01 Mar 2015 19:19 WIB

Rep: C12/ Red: Citra Listya Rini

Anthony Mason

Anthony Mason

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK  --  Dunia basket NBA kini kehilangan satu pemain yang telah membuat kompetisi basket teranyar sedunia itu marak di eranya. Anthony Mason, namanya. Pebasket yang terakhir bermain Miami Heat ini meninggal pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.

Seluruh manajemen Knicks dan para pemainnya melakukan pengheningan cipta untuk Mason, sebelum bertanding melawan Toronto Raptors.

Pebasket yang lahir pada 14 Desember 1966 di Miami, ini mendapat penghargaan sebagai Sixth Man Award saat membela Knicks pada 1995. Ia juga masuk ke dalam tim All-Star NBA, dan saat itu menyabet dua kali gelar juara NBA.

Rata-rata permainan Mason, yakni 10,9 poin dan 8,3 rebound. Ia bermain di Knicks pada 1991 sampai 1996, dan kemudian lanjut ke Charlotte Hornets hingga 2000. Bersama Hornets, Mason bermain selama tiga musim. Ia sempat kehilangan satu musim, yakni pada musim 1998/99 karena masalah cedera.  

Mason, pebasket yang gesit dan cekatan dalam membawa bola ini, memiliki kejayaan saat dirinya membela New York Knicks di era 90-an. Dia terjun di dunia NBA sejak 1989-2003. Sejak itu pula, ia menjadi pemain dengan kekuatan defense yang luar biasa di eranya.

Kala itu, pertandingan antara Knicks dengan Chicago Bulls sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar basket di Amerika. Sebab, laga tersebut akan mempertemukan dua petarung handal, yakni Mason, yang membela Knicks, dan Ewing yang saat itu berada di Chicago Bulls.

Ya, pertarungan dua bintang NBA itu sangat populer. Betapa tidak, keduanya selalu beradu kekuatan secara penuh. Kekuatan, teknik, dan ketahanan tubuh, penampilan yang fantastis. Laga menjadi sangat sengit ketika kedua pemain bermain.

Para pebasket di eranya memuji permainan Mason. Di antaranya, rekan setimnya, Patrick Ewing. Bagi dia, Mason adalah pekerja keras dalam basket. "Dia (Mason) selalu bermain tiap malam, dan selalu siap untuk battle dengan saya," kata Ewing, seperti dilansir dari laman resmi NBA, Ahad (1/3).

Ewing pun mengaku tak kuat menahan rasa kehilangan teman satu profesi sekaligus sahabatnya. "Kekuatan, tekad, dan ketekunan, selalu ditunjukan Mason. Itu akan selalu kuingat," ujar dia.

Presiden Knicks, Phil Jackson, mengakui keduanya saling bersaing. "Mason selalu membuat laga menjadi sengit. Mason dan Ewing selalu menonjol ketika mereka diadu," ujar dia.

Mantan bintang NBA Michael Jordan, pun menyadari Mason adalah rival terberat di eranya. Sementara, bagi keluarganya, Mason mempunyai pribadi yang menyenangkan bagi orang-orang di sekitarnya.

"Dia berjuang seperti seorang prajurit hingga detik-detik terakhir, tak pernah lelah," kata salah seorang keluarga Mason, seperti dalam laman resmi NBA.

Sejak Mason meninggalkan Knicks di era 90-an, prestasi Knicks memang terlalu mentereng. Karena itu, bagi pelatih Knicks, Derek Fisher, tekad Mason tentunya bisa dijadikan teladan bagi pemain Knicks yang sekarang. "Tekadnya harus kami coba lanjutkan di sini (NBA)," ujar Fisher.

Pada 2001, Mason menjadi pebasket satu-satunya dari Miami Heat yang masuk ke tim All-Star NBA saat itu. Menurut Komisaris NBA Adam Silver, Mason adalah teladan bagi semua pebasket yang ingin bermain di NBA.

"Para penggemar NBA dan seluruh pebasket NBA mengagumi kegigihan defense dan offense Mason," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA