Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Ratusan Guru Ikuti Program Sarjana

Selasa 24 Feb 2015 15:40 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Rektor melantik sarjana dalam sebuah wisuda, ilustrasi

Rektor melantik sarjana dalam sebuah wisuda, ilustrasi

Foto: unpad.ac.id

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT -- Ratusan guru di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengikuti kuliah program sarjana atau S-1 agar memenuhi syarat untuk bisa tetap mengajar. Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Suparmadi perharap program ini bisa terlaksana dnegan baik. Perkuliahan yang dilaksanakan yaitu program Sarjana Kependidikan Bagi Guru dalam Jabatan (PSKGJ).

Program ini hasil kerja sama Dinas Pendidikan Kotim dengan Universitas Palangka Raya. Kegiatan ini disambut antusias para guru karena cukup membantu mereka untuk meraih gelar sarjana. Tercatat sebanyak 513 mahasiswa gelombang I dan 110 mahasiswa gelombang kedua yang ikut kuliah. Perkuliahan dilaksanakan di Aula SMKN 2 Sampit. Para mahasiswa yang seluruhnya adalah guru yang bertugas di Kotim ini tampak antusias mengikuti perkuliahan ini.

Sesuai Undang-Undang Nomor 15 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru harus berpendidikan minimal S-1. Untuk itulah pemerintah daerah membuat program ini agar para guru yang belum menyandang gelar sarjana, bisa kuliah dan meraih gelar tersebut karena gelar itu wajib jika mereka ingin tetap bertahan menjadi guru.

Saat ini jumlah guru di Kabupaten Kotim sebanyak 4.909 orang dengan kualifikasi pendidikan S-1/S-2 sebanyak 3.578 orang atau 72,88 persen, sedangkan yang berpendidikan di bawah S-1 sebanyak 1.331 atau 27,11 persen. Dinas Pendidikan berusaha membantu semaksimal mungkin agar seluruh guru bisa meraih gelar minimal sarjana.

Suparmadi berharap, dengan diperolehnya peningkatan kualifikasi menjadi S-1 maka seiring itu pula diharapkan kompetensi guru juga meningkat. Kondisi ini tentu akan berpengaruh besar terhadap mutu dan kualitas pendidikan di Kotim.

"Pemerintah daerah berharap seluruh guru bisa memenuhi syarat wajib minimal berpendidikan sarjana. Apalagi saat ini masih kekurangan banyak guru," katanya.

 

 

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA