Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Warga Australia Minta Maaf Atas Pernyataan Abbott

Selasa 24 Feb 2015 05:04 WIB

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Karta Raharja Ucu

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott.

Foto: AP

REPUBLIKA.CO.ID, CANBERRA -- Reaksi kekesalan atas pernyataan Perdana Menteri Australia, Tony Abbott yang mengungkit bantuan terhadap korban tsunami Aceh, tak hanya datang dari Indonesia. Bahkan, warga Australia sendiri menyesalkan pernyataan pemimpinnya itu.

“Untuk warga Aceh (Indonesia), perlu Anda pahami bahwa Abott tidak berbicara mewakili seluruh warga Australia,” kata warga Australia yang berkicau melalui akun twitternya seperti dilansir BBC. Dia pun meminta maaf atas pernyataan Abbott.

Selain itu, sejumlah warga Australia juga menyayangkan jika polemik eksekusi mati dua gembong narkoba Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, sampai merusak hubungan baik Australia dan Indonesia.

Sebelumnya, Abbott mengungkit bantuan 1 miliar dollar saat Australia mengucurkan bantuan pascabencana tsunami 2004 silam. Pernyataan Abbott itu justru membuat situasi semakin memanas. Indonesia menganggap yang disampaikan Abbott bukanlah bahasa yang baik dalam hubungan diplomatik.

Belakangan pernyataan tersebut diklarifikasi. Abbott meluruskan semua anggapan yang diterima pemerintah Indonesia terkait dengan diungkitnya bantuan tsunami pemerintah Australia kepada Indonesia. Menurutnya, diungkitnya bantuan tsunami bukan berarti Australia pamrih.

Menurut Abbott, ia hanya menunjukkan kedalaman persahabatan antara Australia dan Indonesia ketika ia mengaitkan bantuan asing untuk nasib Myuran Sukumaran dan Andrew Chan.

“Aku menunjukkan kedalaman persahabatan antara Australia dan Indonesia, dan fakta bahwa Australia ada ketika Indonesia dalam kesulitan,” katanya kepada wartawan seperti dilansir skynews.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA