Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Hindari Predator, Orangtua Perlu Awasi Anak Berinteraksi di Media Sosial

Sabtu 21 Feb 2015 09:28 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Facebook dan anak/ilustrasi (foto: ap).

Facebook dan anak/ilustrasi (foto: ap).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejak penggunaan media sosial meningkat pesat, kasus pelecehan di dunia maya juga ikut meningkat. Pelecehan melalui internet sering sekali menimpa anak-anak.

Para predator internet sengaja mengincar anak-anak karena mereka masih polos dan mudah diperdaya. Predator dunia maya bisa juga mengincar data pribadi orangtuanya melalui anak-anak. Waspadalah!

Sebagai orangtua kita wajib mewaspadai kegiatan predator itu. Orangtua saja boleh bangga jika anaknya mahir menggunakan internet. Tapi penggunaan internet pada anak perlu dibatasi dan anak perlu juga diajarkan cara yang sehat menggunakan internet.

Bagi anak-anak menjaga privasi dunia maya sangat diperlukan. Berikut ini cara mengajarkan privasi online pada anak dikutip dari www.parentsindonesia.com.

Atur privacy

Ajarkan anak mengatur setting privacy di akun media sosial yang dia ikuti, misalnya Facebook dan Twitter. Beri pengertian kenapa hal itu harus dilakukan karena untuk mencegah agar data mereka tidak bisa diakses oleh sembarang orang.

Awasi unggahan

Awasi foto dan video yang diunggah anak-anak Anda. Walau sudah diberitahu bahwa mereka tidak boleh mengunggah foto dalam pose terbuka atau video yang terlalu pribadi, kadang anak lalai atau sengaja melanggar. Maka tetap awasi mereka, dan segera tegur jika masih melakukan hal yang sudah dilarang. Beri tahu apa akibatnya jika masih mengunggah foto yang terlalu pribadi.

Jangan posting hal pribadi

Ingatkan anak-anak untuk tidak memposting alamat email dan nomor telepon di media sosial, apalagi yang masih ber-setting publik.

Jangan beritahu password

Katakan bahwa password hanya boleh diberitahukan kepada orangtua saja, bukan ke teman, atau orang lain.

Jangan balas email asing

Minta anak agar tidak membalas email yang meminta informasi pribadi, dan langsung hapus email yang berasal dari pengirim yang tidak dikenal.

Buat password rumit

Ajari anak untuk membuat password email yang tidak bisa langsung ditebak. Password yang mengandung nama lengkap, tanggal lahir, bahkan alamat sangat tidak disarankan. Buatlah password yang tidak dapat dikenali. Kombinasi antara huruf dan angka sangat direkomendasikan.

Lapor bila terjadi hal tak menyenangkan

Ingatkan anak agar segera melapor pada Anda atau guru di sekolah jika ada seseorang yang berbuat tidak menyenangkan atau membuatnya merasa terancam di dunia maya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA