Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Dolar AS Menguat Didukung Data Positif Ekonomi

Jumat 20 Feb 2015 08:54 WIB

Red: Satya Festiani

Petugas menghitung uang pecahan Dolar AS di salah satu tempat penukaran uang, Jakarta, Senin (2/2).(Republika/Prayogi)

Petugas menghitung uang pecahan Dolar AS di salah satu tempat penukaran uang, Jakarta, Senin (2/2).(Republika/Prayogi)

Foto: Republika/Prayogi

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kurs dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Kamis (Jumat (19/2) pagi WIB), didukung data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang positif.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Kamis bahwa dalam pekan yang berakhir 14 Februari, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran disesuaikan secara musiman di negara tersebut turun 21 ribu dari tingkat direvisi minggu sebelumnya menjadi 283 ribu, lebih rendah dari konsensus pasar 290 ribu.

Greenback juga didukung oleh investor yang mendapatkan kembali kepercayaan dalam kenaikan suku bunga bank sentral tahun ini, risalah untuk pertemuan terakhir the Federal Reserve (the Fed) menunjukkan para pejabat khawatir bahwa menaikkan suku bunga yang terlalu cepat akan menghambat pemulihan ekonomi.

Namun para analis mengatakan risalah pertemuan itu sudah tertinggal, karena mereka hanya mencerminkan apa yang para pembuat kebijakan perkirakan sebelum rilis laporan "payroll" (penggajian) yang kuat pada Januari.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1365 dolar dari 1,1378 dolar di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5414 dolar dari 1,5439 dolar. Dolar Australia turun menjadi 0,7788 dolar dari 0,7817 dolar.

Dolar AS dibeli 118,99 yen Jepang, lebih tinggi dari 118,77 yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik tipis menjadi 0,9497 franc Swiss dari 0,9436 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2495 dolar Kanada dari 1,2425 dolar Kanada.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA