Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Dolar AS Menguat Terhadap Mata Uang Utama Lainnya

Kamis 12 Feb 2015 10:30 WIB

Red: Satya Festiani

Petugas menghitung mata uang Dolar AS di jasa penukaran mata uang, Jakarta,Kamis (18/9). (Prayogi/Republika)

Petugas menghitung mata uang Dolar AS di jasa penukaran mata uang, Jakarta,Kamis (18/9). (Prayogi/Republika)

Foto: Prayogi/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Nilai tukar dolar AS menguat terhadap mata uang utama lainnya pada Rabu atau Kamis (12/2) pagi WIB. Investor tengah menunggu hasil pembicaraan utang Yunani.

Pada akhir perdagangan di New York, euro turun menjadi 1,1297 dolar dari 1,1315 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,5245 dolar dari 1,5251 dolar. Dolar Australia turun ke 0,7708 dolar dari 0,7767 dolar.

Dolar dibeli 120,29 yen Jepang, lebih tinggi dari 119,44 di sesi sebelumnya. Greenback naik ke 0,9282 franc Swiss dari 0,9266 franc Swiss, dan bergerak naik menjadi 1,2657 dolar Kanada dari 1,2598 dolar Kanada.

Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis dan para menteri keuangan zona euro bertemu pada Rabu untuk melanjutkan negosiasi atas krisis utang negara.
Yanis Varoufakis diperkirakan akan meminta "bridge loan" untuk menutupi kebutuhan pendanaan negara itu sampai musim gugur sementara pemerintah sedang melakukan negosiasi kesepakatan akhir dengan kreditur tentang bantuan utang lebih lanjut.

"Bridging loan" adalah pinjaman jangka pendek untuk mengatasi kekurangan dana yang bersifat sementara sambil menunggu dana lain yang akan diperoleh.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan pada Senin bahwa Berlin ingin Yunani tetap di zona euro, tetapi kesepakatan harus didasarkan pada komitmen dana talangan (bailout) yang ada.

Di sisi ekonomi, aplikasi hipotek (KPR) mingguan AS, ukuran volume aplikasi pinjaman hipotek, turun sembilan persen disesuaikan secara musiman, Mortgage Bankers Association mengatakan pada Rabu.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA