Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Sunday, 1 Jumadil Akhir 1441 / 26 January 2020

Ini Beberapa Alasan Seseorang Tertarik Masuk Jaringan Kejahatan

Jumat 06 Feb 2015 02:13 WIB

Rep: C01/ Red: Julkifli Marbun

Perampokan (ilustrasi)

Perampokan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaringan Lampung merupakan salah satu jaringan yang terkenal dengan pencurian motornya dan seakan terus tumbuh. Ada banyak hal yang dapat menjadi faktor pendorong seseorang untuk bergabung dengan suatu jaringan kejahatan.

"Oh banyak. Koruptor itu jahat, kaya semua. Jadi orang berbuat jahat bukan cuma karena motif uang," terang Kriminolog Achmad Hisyam pada Republika, Kamis (5/2).

Keterbatasan materi yang mendesak mungkin menjadi salah satu pendorong seseorang memutuskan untuk melakukan perbuatan kriminal seperti pencurian. Akan tetapi, faktor ekonomi bukan menjadi satu-satunya penyebab lahirnya perbuatan kriminal.

Bisa saja, seseorang lahir di sebuah tempat yang diliputi oleh tindak kejahatan. Hal ini membuat seseorang itu melihat tindak kejahatan sebagai hal yang biasa dan tidak salah karena ia tumbuh di lingkungan yang tak lepas dari tindak kejahatan.

Pergaulan pun menjadi salah satu faktor lain yang mendorong seseorang melakukan kejahatan. Ketika seseorang sejak muda bergaul dengan pelaku kejahatan, pelaku pencurian motor misalnya, maka besar kemungkinan ia akan melihat tindak pencurian motor sebagai hal yang tidak salah.

Faktor lainnya ialah pendidikan. Saat seseorang mengenyam pendidikan yang baik sementara lapangan pekerjaan terbatas, tindak kejahatan seperti pencurian motor mungkin merupakan satu-satunya cara mencari uang yang ia ketahui. Karena itu, ia kemudian melakukan tindak pencurian motor.

"Jadi banyak hal sebenarnya, bukan cuma karena kebutuhan ekonomi, atau karena kebutuhan finansialnya. Tapi bisa juga ini karena masalah sudut pandang hidup, salah pendidikan," jelas Hisyam.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA