Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Ayam Broiler Bisa Mengandung Zat Beracun Arsenik

Kamis 29 Jan 2015 14:03 WIB

Rep: C02/ Red: Ilham

Pedagang ayam menunjukan ayam dagangannya di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).  ( Republika/Raisan Al Farisi)

Pedagang ayam menunjukan ayam dagangannya di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Rabu (21/1). ( Republika/Raisan Al Farisi)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), Ade M Zulkarnain menghawatirkan ayam broiler impor mengandung arsenik. Sebab, Food and Drug Adiministration (FDA) di Amerika menyebutkan 70 persen ayam di Amerika mengandung arsenik yang membahayakan kesehatan manusia.

“Ayam broiler di Indonesia berkemungkinan mengandung arsenik. Karena Indonesia masih mengimpor ayam tersebut dari Amerika,” kata Ade M Zulkarnain Kamis (29/1).

Arsenik atau arsenikum adalah bahan beracun yang bisa menyebabkan serangan akut seperti kangker kulit, muntah, diare, dan bisa berakhir kematian walaupun dikonsumsi  dalam kadar yang rendah. Bahan berbahaya ini biasanya digunakan sebagai pestisida, herbisida, insektisida dan bahan aloy lainnya.

Data Himpuli, sebanyak 92 persen bibit ayam broiler di impor dari Amerika. Pada 2014, Indonesia mengimpor ayam Broiler mencapai 2,3 miliar ekor. Himpuli memperkirakan impor ayam broiler tahun ini naik menjadi 3 miliar ekor.  

Menurut Ade, arsenik pada ayam broiler di Amerika berasal dari pakan ayam yang menggunakan Roxarsone. Ade mengkhawatirkan, bahan baku ayam di Indonesia juga menggunakan roxarsone karena 75 persen bahan baku pakan berasal dari Amerika. 

Ia menjelaskan, ayam yang mengandung arsenik tidak  terlihat pada fisik ayam. Namun sangat berpengaruh pada daging ayam meskipun menggunakan pengolahan khusus.  Untuk melihat kandungan arsenik pada ayam harus diteliti lewat uji lab. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA