Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

Sabtu, 23 Zulhijjah 1440 / 24 Agustus 2019

ALI: Salah Alamat Sebut Pengusaha Logistik Terkait Kartel Sembako

Selasa 27 Jan 2015 23:40 WIB

Rep: Aldian Wahyu Ramadhan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas sedang melakukan simulasi keamanan pengiriman mobil via jasa pengiriman kargo kereta api, di Stasiun Barang Kampung Bandan, Jakarta, Jumat (18/7). (Republika/Adhi Wicaksono)

Petugas sedang melakukan simulasi keamanan pengiriman mobil via jasa pengiriman kargo kereta api, di Stasiun Barang Kampung Bandan, Jakarta, Jumat (18/7). (Republika/Adhi Wicaksono)

Foto: Republika/Adhi Wicaksono

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldi Masita mengatakan, tidak bijaksana apabila menuding pengusaha logistik ada kongkalikong dalam melakukan kartel harga sembako. ''Salah alamat,'' kata dia kepada ROL, Selasa (27/1) sore.

Lagipula, pengusaha logistik tidak wajib menyesuaikan harga pengantaran dengan fluktuasi tarif bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, tidak ada peraturan yang mengharuskan mereka melakukan hal tersebut.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menduga ada permainan harga bahan pokok yang dilakukan oleh kartel. Pasalnya, harga sembako masih tetap tinggi kendati harga BBM sudah diturunkan.

Menurut Zaldi, kemungkinan besar terdapat kartel dalam penentuan harga sembako. Namun, yang bisa memainkan harga hanya sejumlah pihak. Semisal, importir, pabrikan, distributor, dan pengecer.

Dia menerangkan, tugas logistik utamanya penyetokan dan pengantaran. Masalah tarif logistik tidak ada aturan yang mengikat. Akan tetapi, apabila harga lebih tinggi dibandingkan dengan harga pasar dipastikan pengguna jasa tidak akan tertarik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA