Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Budi Gunawan Tersangka

Relawan Jokowi Geruduk Istana, Ini Permintaan Mereka

Kamis 15 Jan 2015 17:53 WIB

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari pegiat antikorupsi, seniman, dan tokoh masyarakat berjalan bersama dengan mata tertutup di halaman gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/1).(Antara/Rosa Panggabean)

Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari pegiat antikorupsi, seniman, dan tokoh masyarakat berjalan bersama dengan mata tertutup di halaman gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/1).(Antara/Rosa Panggabean)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perwakilan relawan Salam Dua Jari, Fadjroel Rachman, mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1). Fadjroel bermaksud mendesak Jokowi membatalkan niatan melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri.

"Saya tidak rela tersangka korupsi memimpin," ujar pegiat anti korupsi tersebut.

Fadjroel menilai, presiden telah dipengaruhi banyak kepentingan sehingga memajukan Budi. Sebagai presiden, kata dia, seharusnya Jokowi bisa mengelola pengaruh-pengaruh tersebut.

Dia juga mengatakan, presiden tak bisa berlindung di balik dalih azas praduga tak bersalah. Sebab, proses pengadilan sampai ada putusan tetap terkait kasus yang melibatkan Budi akan sangat panjang.

"Kalau mereka bilang belum ada kekuatan hukum tetap, oke. Tapi sampai kapan? Sampai incraht? Kemudian PK tidak ada batasnya," ujar dia.

Apabila Jokowi tetap melantik mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri tersebut, Fadjroel mengatakan, relawan tidak akan menarik dukungan. Namun, mereka akan terus mendesak Jokowi memberhentikan Budi.

"Kalau melantik, saya akan terus meneror. Saya akan terus datang seperti ini. Saya sampaikan bahwa ini tidak benar. Kami ingin mendukung bapak untuk Indonesia lebih bersih," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA