Thursday, 5 Jumadil Akhir 1441 / 30 January 2020

Thursday, 5 Jumadil Akhir 1441 / 30 January 2020

UN Jadi Pertimbangan Masuk PTN

Kamis 15 Jan 2015 14:43 WIB

Red: Taufik Rachman

Menristek dikti, M Nasir

Menristek dikti, M Nasir

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir mengatakan UN akan dijadikan komponen kelulusan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

"Kami akan mempertimbangkan nilai UN menjadi komponen kelulusam SNMPTN," ujar Menteri Nasir dalam konferesi pers di Jakarta, Kamis. SNMPTN merupakan seleksi masuk PTN berdasarkan nilai sekolah maupun prestasi yang dimiliki siswa itu.

Dia menjelaskan jika representatif UN bisa menjadi pertimbangan masuk PTN. "Tapi kami tidak ingin siswa terjebak, siswa lulus sekolah tapi ditolak PTN." Siswa yang lulus sekolah, lanjut Nasir, tetap bisa ikut seleksi masuk PTN.

Dari 304.000 kursi PTN yang diperebutkan, SNMPTN mempunyai kuota 50 persen. Seleksi lainnya yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) mempunyai persentase 40 persen.

Seleksi ujian mandiri maksimal kuota 10 persen dari kursi yang diperebutkan. "Tahun ini, ada 63 PTN yang ikut serta," lanjut Nasir.

Nasir menjelaskan pada tahun ini, pihaknya akan memberi sanksi tegas bagi sekolah atau siswa yang melakukan kecurangan.

"Sekolah yang curang tidak diikutsertakan dalam SNMPTN tahun selanjutnya dan status kelulusan siswa di SNMPTN dibatalkan."

Setiap siswa boleh memilih maksimal dua PTN, dengan ketentuan jika memilih dua PTN maka salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan sekolah siswa.

Maksimal siswa boleh memilih tiga program studi dengan ketentuan satu PTN maksimal dua prodi.

Sekolah bisa mulai bisa mengisi data dan verikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) pada 22 Januari- 8 Maret 2015. Pendaftaran 13 Februari - 15 Maret 2015. Pengolahan data 1 April - 31 Mei 2015.

Kemudian pengumuman kelulusan pada 9 Mei 2015. Terakhir pendaftaran ulang peserta yang lulus pada 9 Juni 2015.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA